BERBAIK DIRI DALAM IMAN, ILMU, AMAL, AKHLAK

JIWA INI NYATA TELAH DIPERJUALBELIKAN UNTUK KEMENANGAN, MENUJU JANNAH YANG DINANTI

catatan manis

Tampilkan postingan dengan label Catatan Sang Pengkader. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Sang Pengkader. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Oktober 2010

FoSSEI itu....(menurut saya)


Tentang FoSSEI

Organisasi ini yang mengajarkan saya banyak hal tentang ukhuwah tentang dakwah dan tentang ilmu yang membuat diri semakin menguatkan tekad untuk istiqomah dan berjuang di jalan dakwah ini.
Sebenarnya saya dulu ketika ditawari untuk membantu saudara yang menjadi presnas begitu ogah dan ragunya, namun setelah dipikir-pikir panjang dan dengan permohonannya maka saya putuskan untuk membantunya ya sebatas membantu saja tak lebih, posisi tetap pada kaderisasi seperti di CIES. Berjalannya waktu yang saya kira hanya satu tahun saja untuk kepengurusan saya namun ternyata diperpanjang.. duuh semakin diri ini terikat deh…..dan semakin hati ini melekat pada regional-regional yang pernah saya dampingi bahkan sampai sekarang saya pun masih sering disms mereka……sudahlah bukankah ukhuwah itu tak terbatas ruang, jarak dan waktu ya tak pa saya akan terus jadi saudara mereka, bahkan berharap sampai ke akhirat, aneh juga ketika keterikatan hati ini sesama saudara yang kita pun tak pernah bertemu namun ikatannya begitu kuat sekali bahkan sangat kuat yang menghadirkan pada setiap do’a-do’a rabithah ini dan doa untuk saling menguatkan, tak pernah bertatap muka, tak pernah berjabat tangan namun saling memberi tausiah, materi ekonomi islam, diskusi selalu mengalir dalam komunikasi kita…

Tak terasa rasa sayang meresap dalam hati secara halus, menyayangi dakwah ini, menyayangi ekonomi islam, suka diskusi dan saling membaca serta berbagi ilmu, menyayangi mereka para pejuangnya menyayangi dakwah ini, menyayangi organisasi ini dan yang penting sayang itu karena bermuara kepada Allah ya hanya kepada Allah karena berharap pertemuan denganNya bersama saudara-saudara yang sama-sama berjuang disini yang bersama mewujudkan ekonomi islam, menerawang cita-cita itu, saya semakin menguatkan tekad untuk tetap disini, memilih dengan pilihan berdasar pada keyakinan penuh kepada Allah saya yakin Allah pasti memudahkannya walau dibayar dengan usaha keras untuk mentarbiyah diri dalam ilmu ekonomi islam yang sebelumnya mungkin saya jarang memberikan kontribusi terbaik untuk ini… namun tekad itu akan kubajakan… Ya Allah kuatkan untuk mencapai visi saya untuk lanjut S2 di luar negeri dengan ilmu ekonomi islam yang kelak lanjut pada S3 yang diiringi untuk memperbaiki diri kemudian keluarga masyarakat dan lanjut kepada Negara…..

Banyak hal yang saya peroleh dari organisasi ini selain ukhuwah tapi keimanan dan komitmen serta karya nyata yang dibutuhkan untuk perbaikan diri dan bangsa ini. Menurut saya itu menjadi bekal penting untuk perjalanan selanjutnya, mungkin diri ni yang masih sangat lemah sehingga terus menguatkan diri dan berada terus dalam lingkaran iman itu agar keterjagaannya senantiasa menyertai.

Organisasi ini mengajarkan banyak hal.
Ketika kita berada pada posisi sebagai pelayan maka lakukan yang terbaik dengan rasa untuk saling menyayangi untuk saling memberi untuk saling menguatkan kemudian menjelma menjadi karya nyata.
Maka

Untukmu Kader FoSSEI dakwah ini tidak mudah namun tak sulit..

Untukmu saudaraku
Tentang ukhuwah kuatkan tekad serta lakukan yang terbaik untuk bangsa ini dengan saling menyayangi ( mungkin terlalu lebay sepertinya namun ini lah yang membuktikan hasil karya nyata) Rosulullah begitu kuatnya bertahan dalam berdakwah ya karena rasa cintanya kepada umatnya, bahkan menjelang wafat beliau berkata umati, umati, umati, begitulah Rosul tercinta kita, sedang kan kita?
Bersapa saudara saja jarang, menegur bahkan mendoakan serta member sangat jarang sekali bagaimana kita bisa menguatkan dakwah ini jika di internal kita masih ada keengganan untuk berbagi, namun FoSSEI bukanlah organisasi seperti itu karena dia menempatkan ukhuwah sebagai jargonnya tinggal pembuktiannya saja bagaimana kita senantiasa menghadirkan saudara-saudara kita dalam setiap doa-doa kita, saling menasehati, memberi, menyemangati serta saling berlomba untuk kebaikan.. inilah kuncinya dari ukhuwah itu,

Tentang dakwah
Organisasi ini bukanlah organisasi biasa yang sekedar berkumpul kemudian membuat visi dan misi yang diejahwantahkan menjadi program kerja namun disi ni kita berdakwah ekonomi islam, menjadikan sekitar kita lebih banyak mengenal ekonomi islam, menjadikan para pejuangnya lebih tahu tentang ekonomi islam dan hakikat dari aktifitas ekonomi kita untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah ya apakah para anggotanya dengan mengikuti acara-acara FoSSEI ini semakin menambah iman mereka, semakin takut tidak dengan Allah sehingga dari proses itu menghasilkan kerja dan karya yang lebih professional karena ini adalah bekal di yaumul hisab kelak. Maka FoSSEI tetaplah menjadikan dakwah ini berkembang dengan pesat se antero negeri ini, memperhatikan regional-regional yang butuh bantuan,

Tentang Ilmiah
Inilah yang menjadi landasan kita, landasan untuk memberikan kontribusi terbaik untuk negeri ini, dengan berilmu dengan semangat untuk berkompetisi menjadikan FoSSEI memiliki cahaya tersendiri untuk perbaikan umat. Jadi ingat tausiyah pak ali sakti FoSSEI ini tidak seperti KAMMI, HMI, PMII atau pergerakan lain yang mengandalkan semangat perubahan saja namun FoSSEI adalah organisasi ilmiah maka setiap kadernya dan anggotanya harus kuat secara teori-teori ekonomi dan pemikirannya selalu berdasar pada keilmiahan (aaah untuk yang ini saya masih harus sangat bekerja keras dan lebih agar segera terwujud cita-cita itu)
Negara ini tak hanya butuh da’i-da’I yang militan namun sangat butuh ilmuan-ilmuan yang lebih militan yang berjiwa pejuang (ya Allah ijinkan saya menjadi salah satunya dan yang terdepan)..
Maka budaya-budaya ilmiah menjadilah kebiasaan-kebiasaan kita seperti membaca, menulis, dan berdiskusi….

Saat ini mereka masih rakernas
Ada harap, doa dan karya untuk mereka dari diri ini..
Sebelumnya diri sudah mempersiapkan perbekalan untuk datang ke solo bahkan setiap doa tertorehkan selesai sholat, rindu mencari ilmu bersama, rindu bertegur sapa bersama mereka, rindu untuk saling memberi, rindu untuk saling sharing, rindu untuk saling menguatkan, rindu untuk memberi info, rindu untuk berkompetisi dan mengkaji ilmu itu.. ya kerinduan itu tersemai dalam doa …
Sebenarnya sudah beberapa hari sebelum rakernas adik-adik sudah bertanya, mbak ikut rakernas yuuk, mbak kutunggu di solo, mbak saya pingin banyak sharing ma anti, mbak saya ingin bertemu dengan anti…. Hmmm sebenarnya budget udah tersedia adiku namun beberapa pertimbangan menjadi pilihanku….
Tak ingin ku mengulangi seperti perjalanan rapimnas dulu yang harus berangkat sendiri ke semarang menaiki kereta itu, tak ingin kumengulangi seperti temilnas jogja yang memutuskan diri untuk berangkat sendiri juga dan tak ingin mengulangi keberangkatan sendiri menuju temilnas bali, sungguh tak ingin ku mengulanginya karena setiap perjalanan sendiri walau mungkin nyaliku berani sekali, walau mungkin teman-teman menganggap bahwa saya ini hampir.. aah biarlah..
Saat ini saya teringat dengan hadist Rasulullah bahwa sebaik-baik tempat untuk wanita adalah di rumah, mengingat pula ketika perjalanan jauh seorang wanita sendirian dapat menimbulkan fitnah dan teringat dengan nasehat seorang saudara untuk mengurangi perjalanan sendiri itulah yang menjadi pertimbangan saya,

Semoga doa ini sampai pada mereka, doa dari seoarang kakak yang mengharap diri dan adik-adiknya selalu memperbaiki diri bersama kapal FoSSEI ini…
Semoga komitmen ini akan tetap terjaga untuk mengembangkan ekonmi islam dimanapun berada walau dah ga aktif di kepengurusan namun ruh dan jiwa-jiwa ini semoga tetap membersamai…Insya Allah

Ditulis sebagai pengganti diri untuk adik-adikku yang bertanya dan yang kusayangi yang akan meneruskan estafet ini….
Semoga Allah senantiasa memberkahi dan menyayangi kita semua melalui FoSSEI
Sabtu, 23 Oktober 2010

Selasa, 28 September 2010

MENGKADER DENGAN PROSES TERBAIK

BELAJAR dan MENGAJARKAN

dua kata penting itulah yang menjadi kunci dalam setiap proses mengkader...
dengan belajar terusa kita akan mengetahui dunia, dengan mengajar kita akan meneruskan tongak estafet pada generasi penerus...

belajar dan mengajar adalah bagian terpenting juga dalam pembentukan ekonom rabbani, salah satu karakteristik yang harus dipenuhi adalah mengajarkan hal yang kecil-kecil sebelum yang besar-besar, maka disini lah pejuang ekonomi syariah terutama ksei dan FoSSEI lebih memaknai arti untuk meneruskan tonggak estafet dakwah ini karena FoSSEI dan KSEI adalah bagian terpenting dalam mencetak SDM-SDM syariah dimana saat ini SDM-SDM syariah selalu menjadi perbincangan hangat dan memukau untuk terus diperhatikan....

maka karakteristik untuk senantiasa belajar ekonomi islam dan mengajarkannya menjadi bagian penting, hanya seja sering diantara kita yang kekurangan semangat untuk belajar dan mengajarkan mungkin dikarenakan berbagai alasan hadir dalam diri kita seperti kita masih terlalu banyak menuntut tanpa berusaha untuk memperbaiki, terutama memperbaiki diri terlalu sering kita menganggap bahwa kita sendiri,
dakwah ini tak mampu dipikul oleh segelintir orang saja butuh kerja bersama dan jamaah untuk saling belajar yang menghasilkan out put SDM yang berkualitas.

namun apa yang terlihat selama ini yang sering sekali kita mengeluhkan dengan apa yang kita lakukan, entah itu menganggap bahwa ksei ini belum kokoh, belum kompak, anggotanya tidak mudah digerakkan bahkan banyak yang mundur secara perlahan-lahan ya karena sebagian kita kurang bersyukur dari apa yang kita punya kemudian kita belum terlalu mengaca pada keadaan dan sekitar kita...(tapi ini tidak semua KSEI seperti itu), menganggap bahwa ksei kurang diperhatikan bahkan kita pun merasa kurang diperhatikan...

ya hal itu muncul mungkin dimulai dari diri kita pribadi sebagai pemimpin yang kurang peka terhadap anggota, yang kita sebagai anggota kurang peka terhadap pemimpin serta rasa saling memiliki yang kurang kuat...

dalam proses belajar dan mengajarkan menjadi hal terpenting untuk kita memahami setiap apa yang ada dalam proses tersebut entah itu berupa interaksi, pemahaman..

proses belajar mengajar tak akan pernah lepas dari proses mengkader ini,

saudaraku dalam proses mengkader kita tahu semua bahwa hal ini tidaklah instan dan mudah butuh ketelatenan, butuh keistiqomahan, butuh semangat lebih, butuh ilmu yang lebih serta yang paling penting adalah butuh kedekatan diri kepada Allah....

seringnya kita mengeluhkan kondisi staff-staff kita yang sulit dgerakan atau kita sering mengeluh pemimpin-pemimpin kita yang kurang tanggap terhadap anggota atau bahkan kita merasa bahwa kita terlalu kurang puas terhadap organisasi yang kita kelola ini...kurang sabarnya kita yang menjadi penyebabnya serta komunikasi yang kurang baik antara elemen ini....

maka dengan keluhan-keluhan itu apakah kita sudah membawa mereka dalam setiap doa-doa malam kita? seberapa sering kita berdoa untuk KSEI atau FoSSEI ini? seberapa seringkah kita doakan saudara-saudara kita dalam setiap rabithah-rabithah kita?
sebarapa sering kita mengingatkan kepada pemimpin dan staff secara halus?
sudahkah kita bertanya kepada mereka tentang keingingan mereka di KSEI ini atau di FoSSEI? sudahkah kita memperhatikan pendapat-pendapat mereka tanpa kita terlalu banyak memberikan tuntutan lebih untuk mereka?
ya seberapa jauh kita mengenal mereka.. jikalau jawabannya masih sangat kurang memuaskan maka itu bukan salah pada mereka maka itu adalah salah kita sebagai pemimpin atau anggota yang kurang bisa memahami saudaranya..

saudaraku perjalanan ini amatlah panjang
jikalau kita sudah mulai lelah dengan setiap aktifitas yang kita lakukan saat ini maka kembalikan orientasi kita ada di lembaga ini , bergabung dalam ksei atau FoSSEI ini, tanyakan kembali niatan-niatan kita?

saudaraku di masa depan sana sudah banyak umat yang menanti akan proses belajar kita saat ni, di masa depan sana sudah banyak pekerjaan yang harus kita lakukan untuk bangsa ini maka tidakkah kita lupa bahwa proses untuk memberikan manfaat bagi sekitar dan bagi Indonesia dimulai dari saat ini ya saat ini akan masalah-masalah yang selama ini kita anggap besar namun ini belum seberapa bila dibandingkan dengan perjuangan nabi,....

tidakkah kita merindukan perjumpaan dengan nabi, tidakkah kita merindukan keindahan surga dan bertatap dengan Allah....
maka disinilah kita mulai mencari bekal berpulang kelak, di ksei atau FoSSEI ini lah kita mencari kesejukan untuk akhirat kelak, mengumpulkan bahan untuk perbekalan karena kita tak tau apa yang terjadi kelak...

maka fokuskan diri untuk di ekonmi islam karena tak banyak pejuang ekonomi islam yang benar-benar meneraopkan prinsip-prinsip ekonomi islam...tak banyak saudaraku...
kemiskinan masih merajalela, korupsi dimana-mana, masih banyak ekonom-ekonom yang tak bermoral sehingga mencekik rakyat kecil....
sungguh relakah kita membiarkan itu semua....
dari sinilah kita belajar... dari sinilah kita berangkat untuk memperbaiki diri untuk memaknai setiap kehidupan kita untuk membentuk peredaban ekonomi yang lebih bermoral dan beradap...

ya rindu kami akan penegakan prinsip ekonomi islam hanya bermuara pada rindu untuk perjumpaan kepada kekasih sejati kita ALLAH SWT...

selamat berjuang sauadaraku...
dalam mengkader itu tidaklah mudah dan tidak sulit hanya butuh KETELATENAN, KEPEKAAN, KEISTIQOMAHAN, KEDEKATAN DIRI KEPADA ALLAH serta PESONA KITA UNTUK MEMBERIKAN TAULADAN TERBAIK BAIK ITU PRESTASI-PRESTASI KITA...

Wa'allahu a'alam bi showaf...
semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan terhadap FoSSEI, memberikan kekuatan bagi pera pejuangnya serta mengumpulkan kami semua kelak dalam keindahan ukhuwah di JannahNya kelak..amin...:)
FoSSEI, EKONOM RABBANI, Mengkader SDM yang kompeten dalam ekonom islam...

berbicara mengenai tiga hal itu tidak akan pernah ada habisnya dengan berbagai tantangan yang ada...

FoSSEI dan KSEI adalah elemen penting dalam menumbuhkan para pejuang ekonomi syariah, FoSSEI dan KSEI tempat para pembelajar di perguruan tinggi untuk menempa ilmu yang kemudian mereka berusaha untuk belajar ekonomi islam di lingkungan kampus, melihat fenomena bahwa ksei, FoSSEI adalah organisai yang sedikit berbeda dengan organisasi kampus lainnya seperti badan eksekutif maupun lembaga dakwah kampus atau lembaga riset kampus yang selama ini saya sering melihat begitu kesulitannya kasei dalam rekrut kader baru maupun cara membina mereka, seriun

Kamis, 11 Februari 2010

ekonom rabbani

bissmillah
asal muasal kenapa kita ingin menamai ekonom rabbani serta apa makna sesungguhnya dari ekonom rabbani itu, penting tidak ya menunjukan jati diri sebagai ekonom rabbani itu, kalau dipikir-pikir sebagai seorang yang ekspert dibidang tertentu biasanya mempunyai out put besar yang ingin diraih sama seperti kita sebagai pembelajar ekonomi islam pun harapannya dapat memiliki out put besar yang diharapkan dari hasil kita belajar di ksei, tu yang menjadi tujuan awal kita kenapa sih perlu seorang pembelajar ekonomi islam mempunyai branding diri atau karakteristik yang jelas mau ke mana sih para pembelar ini.

Bagaimana seorang pembelajar ekonomi islam yang dapat menjadikan sumber daya insani yang dibutuhkan di dunia nyata atau pekerjaan.
Awal kata dari ekonom menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah orang yang ahli dibidang ekonomi, orang yang ekspert ilmu ekonomi…….
kalo rabbani itu sendiri adalah orang yang mempunyai derajat tertinggi dalam berislam maksudnya adalah orang yang mau belajar islam sampai tahapan untuk selalu berusaha mendekat pada Robb pemilik pribadinya…..

hubungan antara ekonom dan rabbani serta korelasinya dengan ekonomi islam serta pembelajar ekonomi islam apa ya? Yuuuks kita ikutin bincang-bincang berikutnya….

Nah pada saat kita belajar ekonomi islam itukan selalu ada kaitannya antara islam dan ilmu ekonomi, kalo kita semakin banyak belajar ekonomi islam maka kita semua akan merasakan kenikmatan berislam tersendiri, contoh ketika kita belajar tentang sejarah pemikiran ekonomi islam, fiqh muamalah,bank syariah, makro ekonomi islam, mikro ekonomi islam dll pasti kita akan merasakan tersendiri kenikmatan untuk terus mempelajari ekonomi islam dimana dalam ekonomi islam memperlihatkan keadilan, kejujuran, keterbukaan dimana karakter-karakter atau yang biasa kita sebut dalam prinsip-prinsip ekonomi islam dapat menyatu dalam diri kita serta dapat kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Gituu deh hubungan antara ekonomi islam dan rabbani kalau dalam pengertian ekonom rabbani itu sendiri seseorang yang belajar ekonomi islam yang mempunyai jiwa atau karterisik islam yang bagus untuk ikut mempelajari ekonomi islam dan memperjuangkannya…karena dari penggunaan kata ekonom rabbani itu sendiri menjadikan pribadi-pribadi yang belajar ekonomi islam pun tidak melupakan untuk belajar islam serta menerapkannya dalam lingkup kehidupan sehari-hari…

belajar ekonomi islam itu sangat syumul atau luas tidak hanya mencakup bank syariah, fiqh muamalah, mikro, makro SPEI saja tapi masih banyak yang lain. Tapi banyak hal yang dapat menjadikan kita paham secara penuh tentang ekaonomi islam dan dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari adalah ya pada setiap akhlak kita sehari-hari dapat mencerminkan apakah kita telah menerapkan ekonomi islam ataukah belum…

a.Memiliki Aqidah Yang Lurus Dan Sesuai Dengan Al-Qur’an Dan As-Sunnah

Dalam setiap aktivitas muslim itukan penggerak ekonomi islam senantiasa dibutuhkan gerak dakwah yang senantiasa berlandaskan Al Qur’an dan As-Sunnah. Kedua pedoman tersebutlah yang dapat membawa kita muslimin kepada keselamatan. Begitu juga dalam pengembangan ekonomi islam para pembelajar dan penggerak ekonomi islam menempatkan Al Qur’an dan As-Sunnah sebagai pedoman utama sehingga setiap aktifitasnya selalu berpedoman pada Al Qur’an. Dalam penggerakkan ekonomi islam akhlak pengusungnya menjadi modal utama dalam pengembangan ekonomi islam. Yuups ketika kita belajar ekonomi islam kan jelas tu kita belajar islam maka disini kita dapat belajar secara maksimal tentang islam dan ekonomi islam yang sesuai dengan Al Qur’an dan As-Sunnah

Karakteristik ini dapat diterapkan tu dalam setiap aktivitas belajar ekonomi islam kita di KSEI maupun di FoSSEI melalui perangkat kaderisasi berupa Small Group Discussion (SGD), mentoring ekonomi islam, CSC, diskusi belajar ksei atau banyak lah peneybutannya dalam setiap ksei tidak sama . kenapa kok harus ada small group segala sih kan kita bisa belajar sendiri?,,,, mungkin pertanyaan ini sering kita lontarkan ya… ok-ok begini guys pada saat kita belajar sendiri-sendiri mengenai ekonomi islam padahal bukan keseharian kita belajar ekonomi islam( ni bagi yang bukan kuliah di STEI, dan ambil jurusan ekonomi islam lho), bisa merasakan tidak sulitnya belajar secara otodidak dan belajar yang secara terorganisir dimana jika kita belajar secara kelompok kmaka motivasi kita akan mudah meningkat dengan adanya belajar bersama… nah terus hubungannya dengan memiliki aqidah yang lurus dan sesuai dengan Al Qur’an dan As Sunnah apa ya?

Kalo itu mah ada kaitannya kok karena pada small group ini kita ga hanya belajar tentang ekonomi islam saja akan tetapi kita juga belajar tentang islam, aqidah dan akhlak….. yupsss2, maka small group tersebut mempunyai tujuan mulia karena dari small group akan menumbuhkan pribadi-pribadi yang berkarakter.

Dari small Group ini sebenarnya dapat menumbuhkan pribadi yang memiliki aqidah yang lurus dan sesuai dengan Al Qur’an dan As Sunnah.

Indikator kader yang Memiliki aqidah yang lurus dan sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah:
Tidak behubungan dengan jin
Setiap perbuatannya berdasarkan Al quran
Tidak meramal nasib
Tidak menghadiri majelis dukun
Tidak meminta berkah selain kepada Allah
Mengikhlaskan amal untuk Allah
Mengimani rukun iman
Beriman kepada nikmat dan siksa kubur
Menmjadikan setan sebagai musuh
Tidak mengikuti langkah-langkah setan
Menerima dan tunduk secara penuh kepada Allah SWT
banyak banget tu indikator menuju karakter pertama untuk menjadi ekonom rabbani, bisa kagak ya? Ya kalau kita telah mengikuti alur kaderisasi KSEI dan FoSSEI maka Insya Allah bisa meraih karakter ekonom rabbani.


b.Memiliki Karakter Yang Kokoh Dan Mandiri

Kokoh yang dimaksud disini adalah karakter kader yang memiliki kekuatan, kematangan dan kedewasaan secara ruhiyah, pemikiran, dakwah ekonomi islam dan jasad.

“Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikutnya yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka dijalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh) Allah menyukai orang-orang yang sabar.” (Q.S. 3:146)

Mandiri dapat diartikan bahwa kemampuan seseorang dalam mengembangkan diri dan pembelajaran secara mandiri serta dapat memhasilkan untuk penghidupan pribadinya, tanpa ada ketergantungan terhadap orang lain.

Implementasi dari karakter ini untuk kader FoSSEI adalah pelaksanaan training kewirausaan kepada kader yang dapat terjunlangsung dalam pengambangan secara langsung pada KSEInya masing-masing.

Sehingga dari sini FoSSEI dapat pula menghasilkan kader yang mandiri dan tidak mudah bergantung. Hal inilah yang dibutuhkan kelak dimasyarakat ketika kader FoSSEI lulus dari kuliah.

Dengan skill kewirausahaan yang mantang dan mempunyai karakter yang kokoh kader FoSSEI akan mudah berkontribusi kepada masyarakat.

Indikator kokoh ma’nawiyah:
Ikhlas dalam berdakwah ekonomi islam
Senantiasa memurnikan aqidah dari bid’ah dan khurafat
Senantiasa menjaga ibadah-ibadah sunnah
Senantiasa tawakal kepada Allah
Senantiasa berdzikir

Indikator kokoh Fikriyah
Mampu memahami konsep-konsep ekonomi islam
Mampu berbahasa arab dan inggris
Mampu mengaplikasikan prinsip-prinsip ekonomi islam
Dapat membedakan ekonomi islam secara keseluruhan
Dapat berfikir kritis terahadap fenomena perekonomian saat ini serta dapat memberikan solusi
Memiliki wawasan yang luas

Indikator kokoh da’wiyah
Berpartisipasi dalam perekrutan kader FoSSEI
Aktif dalm mensosialisasikan ekonomi islam
Mampu membangun jaringan

Indikator kokoh jasadiyah
Menjaga penampilan
Senang berolah raga
Menjaga kebersihan
Mengikuti pola hidup sehat

Indikator kemandirian
Dapat memiliki penghasilan
Menerapkan konsep-konsep ekononmi islam dalam memperoleh penghasilan
Memberikan solusi terhadap perekonomian saat ini minimal membuat lapangan kerja yang kecil hanya untuk mahsiswa
Kreatif membuat usaha mandiri




c.Kepribadian Yang Dinamis, Kreatif Dan Inovatif

Pengertian dari dinamis, kreatif dan inovatif adalah perpaduan antara kecerdasan emosional dan kecerdasan intelektual. Kader FoSSEI saat ini membutuhkan karakteristik dinamis, kreatif dan inovatif sebagai modal awal dalam membangun kepercayaan kepada masyarakat. Modal dasar ini jelas tidak begitu saja dengan mudah didapatkan.

Ciri dari kepribadian yang dinamis, kreatif dan inovatif adalah memiliki kemauan yang kuat dalam memperbaiki diri, peka terhadap sekitar, berminat untuk menggali lebih dalam, rasa ingin tahu yang tinggi, mendalam dalam berfikir, optimisme yang tinggi, tidak mudah puas, siap mencoba dan melaksanakan,mampu bekerjasama, berfikir kritis, imajinatif, melakukan analisis.


Dari ciri-ciri diatas bahwa saat ini Indonesia membutuhkan Sumber Daya Insani yang memiliki karakter dinamis, kreatif dan inovatif untuk dapat bersaing di era global di bidang ekonomi syariah, karena saat ini untuk perekembangan ekonomi syariah membutuhkan jiwa-jiwa dinamis, kreatif serta inovatif.

Maka dari sini FoSSEI juga mempunyai peran penting dalam mengembangakan Sumber Daya Insani tersebut.
Implementasinya pada kaderisasi FoSSEI adalah dengan adanya kuliah informal ekis yang disertai diskusi dapat mengahsilkan kader yang dapat berfikir secara ilmiah dan kritis, dalam FoSSEI ada implementasi dari jiwa yang bekerjasama yaitu dari kader FoSSEI itu sendiri telah menjadikan kerjasama unsur utama dalam bekerja seperti jargon FoSSEI tentang ukhuwah.

Kreatif dapat pula dikembangkan dari setiap agenda yang ada di FoSSEI dapat menjadikan kader lebih krteatif serta dalam mengatur organisasinya kader juga dapat memaksimalkan kreatifitas yang mereka miliki.

Sedangkan dari jiwa dinamis kader FoSSEI senantiasa bergerak untuk perbaikan dan ikut mendakwahakan ekonomi islam, jiwa dinamis ini terbukti dari event-event nasional yang dilakukan oleh FoSSEI seperti Temu Ilmiah Nasional ( TEMILNAS) Kampanye Nasional, simposium nasional, MUNAS, serta SETT.

Tips untuk lebih dinamis, kreatif dan inovatif
Percaya bahwa sesuatu dapat dilakukan
Hapuskan kata tidak mungkin dari pikiran anda maupun dari kosakata anda
Pikirkan sesuatu yang istimewa
Berpikirlah ke depan lebih baik
Ingatlah: tidak ada yang tumbuh di dalam diam so senantiasa bergerak untuk memperbaiki diri


d.Mengedepankan Berpikir Ilmiah Yang Didasari Al-Qur’an

Kader FoSSEI adalah kader yang yang mampu berfikir secara ilmiah yang berdasarkan Al Qur’an dan As Sunnah. Hal ini jelas harus dimiliki oleh kader FoSSEI sebagi kader yang memiliki bsais keilmuan di bidang ekonomi islam.
Dalam mekanisme penerapan di FoSSEI adalah melalui Temu Ilmiah Nasional dimana dalam event ini kader difasilitasi untuk menguji kompetensi mereka tentang ekonomi islam. Dalam kehidupan sehari-hari harapannya kader FoSSEI juga mengedepankan berfikir ilmiah yang didasari Al Qur’an sehingga ketika kader FoSSEI mengetahui realita dimsayarakat yang kurang benar terutama dalam bidang ekonomi maka mereka akan mengembalikan kepada Al Qur’an.


e.Expert Di Bidang Spesialisasinya Dan Berwawasan Global

Expert dibidang spesialisasi dan berwasasan global yang dimaksudkan disini yaitu out put yang diharapkan dari hasil pengkaderan FoSSEI adalah kader FoSSEI memiliki spesialisasi khusus dibidangnya masing-masing seperti praktisi, ilmuwan serta dibidang keuangan.

Proses pembentukan karakter tersebut adalah dengan pembinaan intensif pada kader FoSSEI melalui sistem kaderisasi Ekonom Rabbani. Pembinaan tersebut dilasanakan pada saat kuliah informal serta di evaluasai pada saat SGD Ekonomi Islam.
Untuk menghasilkan kader yang telah terspesialisasi ia harus mengikuti SETT sebagai gerbang penspesialisasian ilmu ekonomi islam yang dimiliki kader sehingga out put pasca SETT adalah menjadikan kader yang expert di slah satu spesialisasi ekonomi syariah yang selanjutnya ia dapat menjadi kader yang siap terjun di masyarakat untuk berkontribusi secara lebih.

Pembentukan kader yang dimulai dengan diklat ekonomi islam akan menghasilkan kader yang berorientasi kepada pengenalan ilmu ekoomi islam, orientasi kepada keorganisasian, mengembangkan kader Ekonom Rabbani I untuk aktif di KSEI masing-masing. Dimana untuk pembinaan Ekonom Rabbani I melalui SGD.
Kemudian setelah ER I melakukan pembinaan hingga pencapaian kelulusan menuju ER II maka dalam pembentukan ER II ini diharapkan dapat memiliki jiwa penggerak dalam dakwah ekonomi islam. Yang selanjutnya dalam proses pembinaan ER II ini melalui SGD tahap II serta pengembangan potensi pada kepengurusan regional.
Untuk ER III lebih mengarah pada spesifikasi kerja yang mereka miliki serta memang diarahkan menjadi trainer Ekonomi islam yang sesuai spesifikasinya seperti Akademisi, praktisi, maupun keuangan.

f.Seorang Yang Mengejarkan Ilmu Yang Ringan Sebelum Ilmu Yang Sulit-Sulit

Dalam pengembangan ekonomi islam menjadi suatu keharusan bagi penggeraknya untuk mensosialisasikan ekonomi islam serta mengajarkannya. Setiap kader FoSSEI yang telah mengikuti alur kaderisasi pada level dua maka ia berkewajiban untuk menjadi pendamping dalam SGD Kader Level I. Sehingga setiap kader FoSSEI tidak stagnan dalam memepelajarai ilmu ekonomi islam, dia belajar dan mengajarkan. Maka Sumber Daya Insani yang dibutuhkan oleh masyarakat saat ini akan mudah tercapai jikalau estafet kaderisasi ekonomi islam tidak putus. Mereka mengajarkan dimulai dari hal-hal yang kecil.


g.Berani Tampil Sebagai Pelopor Perubahan

Kader FoSSEI senantiasa menempatkan diri untuk memberikan solusi pada setiap permasalahan yang ada, sebagai pelopor untuk menggerakkan yang lain, sebagai pelopor mahasiswa dalam mendakwahkan ekonomi islam. Sebagai pelopor perubahan akan pengembangan ekonomi islam. Sebagai pepolor untuk belajar ekonomi islam.

h.Mampu Tampil Sebagai Tokoh

Yang dimaksud mampu menjadi tokoh disini adalah akder FoSSEI dapat menajdi teladan bagi sekitar mereka. Karena memang saat ini bangsa kita membutuhkan tokoh yang dapat memberikan contoh kebaikan bagi sekitarnya, maka kader FoSSEI diharapkan dapat mengambil peran tersebut, menjadikan akhlak ekonomi islam diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dia tidak pernah ragu dalam menegakkan prinsip-prinsip ekonomi islam dalam kehidupannya sehari-hari.

Implementasi karakter tersebut dalam FoSSEI adalah setiap kader FoSSEI pasti akan menjadi pendamping setiap SGD jikalau kader tersebut telah mencapai level dua sehingga secara langsung kader FoSSEI dapat menjadi tokoh teladan karena yang mereka ajarkan dalam SGD tersebut tidak hanya menyangkut ekonomi islam saja akan tetapi mengenai akhlak islami.


i.Mengedepankan Ukhuwah Dalam Amal Jama’i

Mengedepankan ukhuwah dalam amal jama’i ini kader FoSSEI memiliki jiwa kepakaan sosial serta dapat menjadikan ukhuwah sebagai basic dalam memperjuangkan ekonomi islam melalui FoSSEI.
Karena sesungguhnya ukhuwah inilah yang dapat menguatkan dan mengkokohkan dakwah kita di bidang ekonomi islam, setiap aktivitas dalam FoSSEI senantiasa berdasarkan amal jama’I karena dengan berkerja secvara berjamaah akan mendatangkan keberkahan dari Allah.

Banyak cara untuk meningkatkan ukhuwah dapat berupa kegiatan tatap muka secara langsung dan tidak langsung jika secara langsung dapat diimplementasikan dalam FoSSEI dan KSEI seperti agenda-agenda Nasional FoSSEI, disinilah event untuk menumbuhkan ukhuwah yang lebih.

Kamis, 15 Januari 2009

AKU DAN CIES

Antara Aku, HRD, dan CIES


CIES begitu aku mendengar pertama kata itu terpikir padaku orang-orang yang berada didalamnya adalah orang-orang yang benar-benar dapat menerapkan EKIS. sungguh Subhanallah ketika aku diamanahi oleh Allah untuk aktif di organisasi ini yang terpikir dalam benaku apakah aku mampu?apakah aku pantas? sedangkan aku penuh dengan kehinaan dan aku merasa bahwa masih banyak orang yang lebih pantas untuk menjadi sekdept HRD, apakah aku kuat melaksanakan amanh ini, apakah aku sanggup melalkukan semua amanah ini tanpa ada suatu kemurkaan Allah disini(sesungguhnya itulah yang paling aku takuti dari semua perbuatanku ini)

CIES walau aku berkali-kali berpaling ingin meninggalkannya tapi seribu kali pula aku berfikir apakah aku sanggup meninggalkannya? karena disini aku sudah merasa tidak hanya bekerja dengan fisik saja tapi hati lebih berperan disini. Sudah amat mendalam jiwa, raga, harta serta hat ini demi perjuangan di jalan dakwah ini. Yang dulu aku mersa tidak bisa apa-apa disini aku benar-benar diajari banyak hal entah itu kehidupan organisasi, ukhuwah, dakwah, akademik, profesionalitas. yang dulu aku pernah berfikiran bahwa aku adalah orang yang tidak pantas disayang, dicintai tapi disini aku mendapatkan semua dari saudaraku, hamper setiap[ hari kata ana Uhibbukumfillah mampir dlm smsku maupun terdengar olh telingaku lewat ukhtiku tersayang. aku benar-benar te Up grade disini walaupun pernah aku berbuat sesuatu yang merugikan diriku sendiri disini tapi saudara-saudaraku yang lkain selalu memotivasiku. Sungguh Subhanallah CIES telah memberikan banyak pelajaran bagiku. walau onak dan duri serta setan ikut dalam perjalan dakwah ini tapi hamba berusaha untuk menghadapi semua hanya demi mencari keridhoan Allah semata. di CIES sudah jadi ruh bagiku termasuk HRD WALAU kecapekan, kesusahan, serta kesakitan mendera hati ini tapi itu sudalah aku lupakan dan ini adalah memang benar pelajaran dari Allah semata. aku . disini pula aku diajari saling menjaga antara saudaraku sendiri baik kata-kata, hati, perasaan maupun sikap.







Ya Allah terima kasih Engkau masih memberikan kepadaku untuk bertemu dengan orang-orang yang dapat memberikan inspirasi kehidupan bagiku. Moga semua ini Engkau Ridhoi Ya ALLAH. Keluar dari CIES tanpa harus meninggalkan jejak-jejak yang tidak Engkau RIDHOI. Ya Allah jika saudara-saudaraku itu membuat aku semakin dekat dengan Mu maka kuatkan ukhuwah diantara kami, jika aku dan mereka semakin menjauhkanku dengan MU maka jauhkanlah pula aku dengan mereka. RIDHOILAH perjuangan dakwahku di CIES Ini. serta BERILAH Barakah untuk CIES kedepan. sayangi saudara-saudaraku semua ya Allah. Ya Allah kuatkan hati diantara kami