BERBAIK DIRI DALAM IMAN, ILMU, AMAL, AKHLAK

JIWA INI NYATA TELAH DIPERJUALBELIKAN UNTUK KEMENANGAN, MENUJU JANNAH YANG DINANTI

catatan manis

Tampilkan postingan dengan label parenting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label parenting. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Januari 2018

Riview salihah mom's diary

Buku ni, sudah beli PO, tp baru bsa baca skrg karena masih nunggu antrian,  membacanya seakan saya duduk dengan penulisnya berbincang mengenai pengasuhan anak seperti bersilahturahim dengan mereka. Ibu ibu keren mereka harus bejibaku dengan profesinya, dengan studinya tp selalu memprioritaskan keluarga.

Masya Allah ada tips tips praktis menghadapi anak yg rewel, ndak bisa tidur, tantrum dll.

Dari cerita kelahiran, bagaimana kisah setiap penulis ketika melahirkan. Aah yang ni saya suka banget begini ya melahirkan, banyak yang bilang sakit tp nagih. Hmmm ... In syaa Allah ni pengetahuan berharga banget.

Kemudian cerita bagaimana mengelola stress, membiasakan tidur teratur, keunikan anak anak ini tercerita secara mengalir, epik dan serasa tidak menggurui. Terima kasih kepada ibu ibu hebat @mommeeid yang berkenan untuk berbagi cerita kepada kami.

Minggu, 20 November 2016

Mendidik Generasi Selamat di Era Digital

🍃🍃 Kiki Barkiah
"Mendidik Generasi Selamat di Era Digital"
Rabu, 16 November 2016
Masjid Abdullah Permata Jingga

Resume oleh : Airindi

➡ Banyak orang tua bangga ketika anaknya fasih dlm hal gadget di usia yg sangat muda, pdhl masa keemasan anak berada di umur 3thn.

➡ Anak usia <2 thn, no tv at all (walaupun dengan alasan edukasi pun)
Karena apa?
Ketika usia <2 thn itu :
1. Perkembangan otak sangat pesat
2. Stimulasi motorik mempengaruhi perkembangan otak
3. Gambar visual tdk menggambarkan benda nyata,
Contoh :  nonton tv gambar strawberry, anak usia dini blm bisa mengetahui itu strawberry, akan berbeda jika balita tsb dipegang i strawberry jd tau bentuknya seperti itu, rasanya seperti itu
4. Setelah 2 thn barulah sang anak mengetahui gambar visual yg selama ini ditonton = benda di dunia nyata.
Contoh : Ooo jd selama ini buah melon yg saya lihat di tv itu ternyata seperti ini, itu br dikenali ketika anak berusia >2thn

➡ sebenarnya masalah bukan terletak pada  tv nya, tapi terletak pada apa yg tdk dilakukan mereka saat menonton tv.

➡ Banyak anak kehilangan minat untuk mengeksplorasi benda, ketika mereka kecenderungan menonton tv

➡ Untuk masa bayi 1 tahun pertama mereka tertarik dengan suara kita, jd lbh perlu perhatian kita berupa suara dibandingkan mainan 2 yg beredar. Apalagi sekarang banyak baby chair yg dilengkapi penjepit untuk gadget, jd bayi bisa dipertontonkan film di usia dini, walaupun dengan alasan edukasi pun itu tdk baik

➡ 1 tahun pertama adalag masa membangun kepercayaan diri pada dunia
Contoh : bayi suka menangis, itu mencari perhatian dr kita, maka jangan biarkan menangis terlalu lama karna itu bisa mengurangi rasa percaya diri pd bayi tsb.

#REKOMENDASI APP :
1⃣ Melarang ortu memberikan multimedia <2thn
2⃣ Memiliki aturan managemen gadget dlm keluarga baik konten maupun waktu
3⃣ Menontonlah bersama anak
4⃣ Waspadai konten yg tdk diperuntukkan bagi anak.

# BERMAIN
1⃣ Bermain yg tdk terstruktur lebih berharga daripada paparan media elektronik
2⃣ Bermain itu penting :
Bermain bersama orang dewasa dan juga bermain mandiri (kreativitas anak akan keluar jika bermain mandiri)

#BELAJAR
1⃣ Sarana bagi anak untuk berpikir kreatif
2⃣ Memecahkan masalah
3⃣ Belajar menyelesaikan tugas
 
#PEMUDA & MEDIA
1⃣ Generasi sekarang sudah terpapar media elektronik, banyak waktu mereka buang untuk sampah (selfie, sosmed, kegiatan yg tdk berguna) sehingga mereka menjadi generasi non produktif.

Bagaimana pemuda 2 sekarang memikirkan ttg umat, waktunya saja dibuang percuma untuk kegiatan2 yg tdk berguna

2⃣ Media dan masalah
Semakin naiknya rating pengguna media semakin naik pula masalah yg ada :
1. Hilang fokus
2. Gangguan tidur
3. Gangguan makan (ex: obesitas)

# START harus benar
Ketika kita ingin anak kita menjadi generasi yg selamat, awalan nya harus benar
1⃣ Kenalkan anak dengan sang pencipta Allah SWT
2⃣ Kenalkan anak dengan sang suri teladan nabi Muhammad SAW
3⃣ Kebanyakan anak kita tdk memiliki figur idola yg baik, mereka rapuh
Ex: fenomena Awkarin

--- Maaf ibu2 bisa ngikutin nya sampe jam 10.00 aja, hrs jemput anak, jd resume tdk berlanjut ---

Tambahan:
Teh Kiki Barkiah tidak mudah memberikan gadget kepada anaknya, ketika anaknya ingin games hrs melalui jalan yg panjang untuk mendapatkan persetujuan dr Teh Kiki, dan itupun bentuk reward dr hapalan sang kakak ketika murojaah hapalannya. Hal tersebut menjadikan semangat untuk murojaah hapalan dan itu pun waktu yg diberikan hanya 1 jam, dan games nya pun hanya untuk yg positif seperti mendesain dll. yg ada di aplikasi gamesnya (ga tau nama gamesnya 😄),

Oh iya ada yg lupa.. pesan dr Teh Kiki :
1⃣ Coba matikan tv kita, sediakan diri kita buat bermain bersama anak, kreatifitas akan  keluar dgn sendirinya.
2⃣ Zaman sekarang sdh beda dgn yg dulu, sebagai ortu kita hrs  membentengi anak kita,
👍 Didiklah sesuai islam
👍 Beranilah untuk menjadi orang yg berbeda di zaman sekarang karena Rasulullah sudah mengatakan Islam datang dalam keadaan asing dan kembali pula dalam keadaan asing

Tambahan:
Ada kasus ketika kecil baik2 saja, dan ketika sudah besar terjadi penyimpangan2. Penyebabnya kecil saja, anak ini punya rasa sakit hati dengan ortunya karena ortunya sibuk, jd anak ini KURANG PELUKAN (jadi ibu-ibu mari kita sering peluk anak2 kita 😭😭😭😭) dan sediakan waktu yg banyak buat anak kita.

Tambahan dr saya sendiri :
👉 adi apa kita mau rumah bersih, pekerjaan rumah beres, makanan siap sedia, tapi anak kita diam lihat tv atau main media elektronik yg lain??
👉 Otak anak berkembang 2-3x lbh pesat dibanding orang dewasa, jadi otak kita ini hasil tumpukan memori kita dimasa kecil, bagimana kalau masa kecilnya suka nonton tv ?

Tambahan di sesi menjelang akhir

➡ Remaja berikan kegiatan yang produktif

➡ Tumbuhkan keyakinan merasa bangga kalau keren adalah ...
Kembangkan konsep keren itu yang bukan hedonisme
Yang keren itu yang mudanya hafidz
Banyak baca biografi orang2 keren

Ketika tinggal di Amerika, Teh Kiki melihat pelajaran anak usia SD sudah memperkenalkan geografi, sejarah dan biografi tokoh2 dunia

Di Indonesia tidak pernah dijelaskan dengan detil kenapa kita dijajah
Tidak ada ibroh (pelajaran) dari pengalaman Indonesia dijajah

Belajar geografi untuk menanamkan mimpi2 sejak kecil dengan mengetahui bahwa dunia itu luas

Biografi tokoh Islam sebagai penentu besar dunia tidak pernah diekspos
Ghiroh Islam dimatikan

➡ Peka dengan potensi anak
Ambil peran apa yang sesuai dengan potensi anak2 kita dalam Islam

➡ Sibukkan anak2 remaja kita  dengan minat bakat, agar tidak sempat nongkrong

➡ Teknologi sebagai tambahan untuk melakukan ibadah

➡ Pakai YouTube agar bisa diatur dengan tujuan mengembangkan ilmu pengetahuan

➡ Remaja bisa belajar langsung dari ahli2 ilmu pengetahuan terkemuka dunia di universitas2 ternama melalui pembelajaran on line

Terima kasih kepada:
Forum Ukhuwah Muslimah Malang
Ikatan Alumni Sekolah Ibu
Majelis Taklim Khoirunnisa
Takmir Masjid Abdullah

🍃🍃🍃🍃🍃

Minggu, 13 November 2016

CERDAS MENGELOLA KONFLIK PENGASUHAN

Resume Seminar :
CERDAS MENGELOLA KONFLIK PENGASUHAN
By : kiki barkiah.
Malang, 12 november 2016.

TIpe keadaan yang memunculkan konflik pengasuhan

1.Anak belum mampu TAPI ortu berharap mampu
_Solusi : jangan terlalu memaksakan kehendak kita, bimbing anak agar mampu sesuai fitrah perkembangamnya, lakukan setting manajemen jika anak di bawah 7 tahun_

2. Anak sudah mampu, TAPI ortu belum paham
solusi : komunikasi efektif dalam membangun pengertian

3. Anak sudah mau namun belum mampu, TAPI ortu tidak bersabar melatih anak sampai mampu
solusi : bersabar dan istiqomah melatih anak sampai mampu, memberi kebebasan kepada anak dalam melakukan hal secara mandiri atau kita bantu arahkan (bukan membantu semuanya) meski rumah jadi berantakan

4. Orang tua mau TAPI anak belum mampu
_solusi : ortu mampu mengikutkan anak ikut kursus berbagai macam, harus disesuaikan dgn kemampuan anak, perbanyak motivasi agar mau dengan inisiatifnya sendiri (bukan karena kita paksa), jangan bandingkan dgn anak yang lain_

*5. Anak sudah mampu namun masih berproses TAPI ortu ingin yang instan*
_solusi : ortu harus mengenali batas kemampuan anak dan bersedia bersabar mendampingi prosesnya_

*6. Anak sudah mau dan mampu, namun lupa TAPI ortu berharap sempurna*
_solusi : ortu perbanyak toleransi dan memaafkan, keshalihan itu tidak diwariskan tapi hak prerogatif Allah, tugas kita hanya menyampaikan. Anak itu ujian ortu, jika anak karena melanggar syariat maka marahlah di level 10, tapi jika hanya karena anak lupa, tidak perlu marah di level 10. Karena jika kita sudah sering marah hingga level 10 untuk pelanggaran yang remeh, maka ketika kita marah di level 10 karena anak melanggar syariat maka sudah ga akan mempan_

*7. Ortu mau, anak mampu namun lupa TAPI anak perlu belajar merasakan*
_solusi : beri keteladanan dalam memaafkan, budayakan dalam keluarga sikap saling mengingatkan dengan santun_

*8. Anak ingin yang ini dulu TAPI ortu ingin mau yang itu dulu*
_solusi : jika sesuatu itu bisa kita atur dgn fleksibel maka jangan terlalu memaksakan kehendak. Ortu harus beriktikad baik untuk menanyakan keinginan atau maksud anak_

*9. Anak tidak tahu TAPI ortu berpikir anak sudah sepatutnya tahu*
_solusi : ajari anak ilmu, baru menuntut komitmen pengamalannya, carilah waktu terbaik untuk menyampaikan pesan (tidak langsung ngomel ketika anak salah), jangan jadikan anak yang paling besar harus selalu mengalah, lakukan sidang ketika terjadi pertengkaran dan biarkan anak menceritakan kronologi sebab terjadinya pertengkaran_

*10. Anak ingin mencoba hal yang baru TAPI ortu ingin anak yang sewajarnya saja*
_solusi : beri ruang dan batasan untuk mencoba hal yang baru selama bukan dosa, biasakan untuk ketika belajar apapun dengan kata Allah, kata Rasulullah, kata science, kata buku. Sehingga anak setiap melakukan kegiatan punya landasan_

*11. Anak memiliki kebutuhan TAPI ortu tidak memahami kebutuhan anak*
_solusi : lebih peka terhadap kondisi anak dengan merespon tanda2 yang dimunculkan_

*12. Ortu memiliki kepentingan TAPI anak tidak memahami kepentingan ortu*
_solusi : pastikan kepentingan anak telah terpenuhi saat ortu mengerjakan kepentingannya_

*13. Anak ingin ortu memahami dirinya TAPI ortu juga ingin dipahami anak*
_solusi : siapa yang lebih dewasa, akan memahami sebelum minta dipahami_

*14. Anak tidak sengaja TAPI ortu tidak mudah memaafkan*
_solusi : ortu harus memberi teladan tentang memaafkan, besarkanlah hati dan jadikan kesalahan sebagai ibroh agar anak tidak melakukannya lagi_

*15. Anak punya kondisi khusus TAPI ortu tidak mengenali kondisi anak*
_solusi : makin kenalilah kondisi anak, maka kita akan semakin kita tepat dalam memenuhi kebutuhan mereka_

*16. Anak bermaksud A, TAPI ortu tidak memahami maksud anak*
_solusi : pahamilah motif anak melakukan sesuatu, pahami dan hargai cara berfikirnya_

Ada 19 tipe keadaan yang memacu konflik namun 3 tipe lainnya mungkin teh kiki ada yang keselip. 😅

Minggu, 06 November 2016

Resume seminar dari group Hebat

🌱🌳🌱🌳🌱🌳🌱🌳🌱🌳🌱

```RESUME SEMINAR```

*_Pola Asuh Anak Berbasis Otak Anak dan dari Sudut Pandang Syariat_*

📆Minggu, 30 Oktober 2016
🏠Garuda Plaza Hotel, Jl. SM Raja, Medan
🗣Ust. Abdul Latif Khan
🗣Dr. Amir Zuhdi

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Resume

*Ust. Abdul Latif Khan*

Parenting Nabi Muhammad SAW berdasarkan Al Qur'an & Sunnah.
Agama Islam pada masanya membawa pencerahan dan pengenalan pada pola asuh yang berkaitan dengan karakter masa depan seorang anak. Hal yang sebelumnya tidak dianggap penting pada zaman itu.
Seorang Luqman Al Hakim yang bukan seorang Rasul tetapi termasuk tokoh parenting penting dalam Al Qur'an, yang mengajarkan bahwa rumah adalah sekolah, suasana belajar yang terus menerus dengan tauhid sebagai fondasi dasar yang penting bagi anak, diiringi dengan pendidikan moral dan akhlak.
Menjadi muslim profesional dimana segala ajaran Islam tercermin dalam semua perilaku hidup.

Islam itu outputnya islami.
Untuk membentuk pribadi yang islami dimulai dari action, dilakukan terus menerus agar menjadi habit dan ujung akhirnya akhlakul karimah.

➖➖➖➖➖➖➖

*Dr. Amir Zuhdi*

Sel neuron pada otak dan karakter anak dipengaruhi oleh pola asuh orangtua. Pola asuh yang tidak baik dapat merusak neuron. Proses pengasuhan yang baik merupakan faktor penting yang akan menentukan masa depan perkembangan anak.

Ketika proses pengasuhan tidak berjalan baik, jangan sombong apabila ternyata kita sebagai orangtua yang harus merubah diri.

Al Qur'an merupakan kitab suci yang menyebutkan secara terperinci bagian otak atau yang disebut ubun ubun, seperti dalam surat Al 'Alaq ayat 15-16.

Bagian otak yang penting adalah _Pre Frontal Cortex (PFC)_ atau otak bagian depan, satu-satunya bagian otak yang ada pada manusia dan tidak terdapat pada hewan lain. Yaitu merupakan bagian otak yang menentukan moral kita. Jika bermasalah pada bagian ini maka kurangnya empati atau moral yang rendah merupakan akibatnya.

Kecakapan emosi menjadi salah satu syarat utama dalam proses pengasuhan yang berkualitas. Sedangkan, proses pengolahan emosi berada pada bagian otak yang disebut _Amygdala_, bila seseorang memiliki masalah dalam pengelolaan emosi bisa dipastikan bahwa yang bermasalah adalah bagian tersebut.

Pola asuh orangtua sebaiknya mengikuti perkembangan otak anak.

Pada usia 0-3 tahun, bagian otak yang sudah berkembang baik adalah _amygdala_ maka pengasuhan orangtua sebaiknya berpusat pada emosi anak.
Hendaknya diperlakukan dengan halus dan penuh kasih sayang demi menunjang perkembangan synaps pada neuron terutama pada _PFC_ & _Amygdala_ tadi.
Ketika kita marah yang disertai omelan justru tidak efektif dan malah memperburuk kondisi neuron.
Pendidikan diberikan dengan pemberian contoh perbuatan tidak hanya dengan kata kata karena akal logika pada otaknya belum berkembang.
Pengasuhan anak adalah proses stimulasi otak anak sesuai dengan perkembangan otaknya.

Pada usia 0-14 tahun perbanyak anak dengan aktivitas agar sinaps _synaps_ sel sarafnya cepat bersambungan.
Anak usia ini seharusnya sudah mengenal berbagai emosi dan paling minim anak harus sudah mengenal emosi takut, marah, sedih, cemas, jengkel.

Mengasuh anak agar cerdas
1. Stimulasi panca indera
2. Proses pengasuhan yang tepat
3. Asupan otak bagi anak
4. Lingkungan yang sesuai
5. Stimulasi kecakapan berpikir
6. Membangun kecakapan emosi

🌱🌳🌱🌳🌱🌳🌱🌳🌱🌳🌱