BERBAIK DIRI DALAM IMAN, ILMU, AMAL, AKHLAK

JIWA INI NYATA TELAH DIPERJUALBELIKAN UNTUK KEMENANGAN, MENUJU JANNAH YANG DINANTI

catatan manis

Tampilkan postingan dengan label Step For Life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Step For Life. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Februari 2014

Pondasi terkuat negara dinamakan IBU

Ahad, 9 feb 2014

Eh ni pertama kali aku posting tulisan di tahun 2014 ya...
Lama juga ya ga nulis...

Tulisanku kali ini hanya ingin sedikit sharing hasil mengikuti seminar parenting ahad kemarin kok...
sapa tau setelah di posting di sini bisa memberikan manfaat bagi para pembaca sehingga mengalir pahala.
Iya ahad kemarin saya mengikuti seminar the mirachle of quran in janin... wah subhanallah saya banyak dapat ilmu
Sedikit coba saya utarakan sedikit ya...

Untuk menghasilkan anak yang istimewa maka jadilah ibu yg tidak biasa siapkan pendidikan anak sejak sebelum mengandung bahkan sebelum menikah... siapkan rahim terbaik kita.

Jika menginginkan anak yg cinta Al Quran maka jadilah ibu yg menyatu dengan Al Quran...

Ketika hamil jadikan Al Quran sbg teman terdekat kita

Ajak komunikasi anak dalam kandungan dengan Al Quran dan ajak komunikasi terus dg pembelajaran yg terkurikulum...

Ya jadi ibu itu memang harus cerewet agar orang yg kita cintai senantiasa mengalami perbaikan

Ketika kita hamil kekuatan terdasyat kita adalah kedekatan pada Allah Swt. Ia mampu menjadikan kekuatan terbesar untuk mengemban amanah itu.

Benar mendidik anak yg terbaik adalah di dalam kandungan sebab usia kandungan 3 bulan disemailah semua qadanya dia. Maka tugas ibu terus berdoa dan mendidiknya sebab ibu adalah insan terdekat dengannya...

Subhanallah..
Semoga kita semua mampu menjadi ibu yg bisa mengantarkan anak sebagai qoiru ummah..
Yg bsa jadi kebanggaan islam
Mari mempersiapkan dg cara yang terbaik bagi kita para calon ibu

Allahu a'alam bi showaf

Minggu, 08 Mei 2011

Manusia Bukanlah Makhluk Bumi


Dia bukanlah sembarang makhluk, Tuhan saja menciptakan dengan penuh kehati-hatian. Bahkan begitu sayangnya Tuhan terhadap makhluk yang satu ini maka Tuhan melimpahkan tugas kepemimpinan dibumi ini kepadanya bahkan ketika ditawarkan kepada Gunung, lautan, tumbuhan dan hewan sekalipun mereka berkata tidak?...ya mereka semua tak mampu selain daripada manusia, bahkan jin dan malaikatpun diminta bersujud diawal penciptaan adam, penciptaannya diabadikan dalam Al Quran…
Namun tersering kita lupa akan tugas ini, tersering kita menyia-nyiakan amanah ni, padahal Tuhan amatlah sayang kepada manusia, Dia member i oksigen, nafas, indera dalam tubuh kita, organ-organ tubuh kita, jika kita kalkulasi semuanya pasti kita tak akan sanggup untuk membayarnya, sangat tak sanggup… Tapi Tuhan tak meminta agar kita membayarnya? Tuhan tak meminta apa yang diberikan kepada manusia ini, Tuhan hanya memberi aturan dalam hidup kita, Tuhan tak menciptakan segala sesuatu dengan sia-sia, begitu kompleks dan teratur di luar jangkaun pikir manusia.
Sungguh cintanya Tuhan kepada kita, mencintai dengan setiap apa yang tercipta namun tersering kita lupa dan durhaka terhadap apa yang diberika Tuhan ni, sering kufur, sering berkelak, tak memanfaatkan dengan baik apa yang diberikan Tuhan kepada kita.. Sungguh durhakanya..
Setiap hak-hak Tuhan tak tertunaikan dengan baik,
Bukan, bukan, bukan untuk Tuhan kita melakukan itu semua, tapi ya untuk kita, untuk kehidupan yang nyata…
Kita bukanlah makhluk bumi, sungguh bukan, hanya sebentar kita disini untuk berbekal, buat untuk berkehidupan namun semua apa yang ada dalam diri selayaknya menjadi peneman dikehidupan kita yang pasti,
Kita bukanlah makhluk bumi karena kita terlalu mulia jika dikatakan makhluk bumi yang dia hanya hidup dibumi, manusia beriman dia tidak layak dikatakan makhluk bumi , sangat tak layak.. aaah tapi masih banyak diantaranya bahwa manusia adalah makhluk bumi yang berkehidupan dibumi, BUKAN… sungguh bukan… ini semua adalah terlalu kecil jika diakatakan bahwa kita adalah makhluk bumi, kita adalah makhluk Langit… hmmmm ya makhluk langit sebab ia lebih kekal hidup diakhirat,
Ya Allah serasa malu sekali jikalau terlalu mudah memanfaatkan apa yang teranugerah untuk kita dimanfaatkan selain menuju kepulangan kita, sungguh sayang sekali setiap kita lupa akan hakikat ini, sungguh sayang jika semua ini hanya untuk kebahagiaan semu, jarang bertanya….
Aaahhhh apakah semua yang ada dalam diri ini dapat menolong saya di yaumul hisab kelak, atau bahkan ia yang membuat kita berubah bentuk, entah itu menjadi babi, menjadi anjing atau lebih buruk dari itu …yak arena kelak kita pasti disibukan dengan amal-amal kita, sangat disibukan tapi kita lupa diri di dunia ni,….dalam Qs Abassa tentang orang-orang yang bermuka masam itu manjadi pelajaran berharga bagi kita, apakah kita mau menjadi seperti demikian….
Ternyata pertanyaan seperti ini harus tertanam kuat disetiap aktivitas kita
Apakah aktifitas ni semakin mendatangkan kedekatan kepada Allah  apa tidak?
Apakah setiap aktifitas kita sesuai dengan tujuan kita apa tidak?
Apakah ini ntr menjadi  yang kita sibuk-sibukan atau tidak?
Allah bimbing kami semua untuk senantiasa mengingat akan pertanyaan-pertanyaan ni…
Bimbing kami agar kami menjadi pemilik muka berseri-seri….
Tugas kita disini hanya satu beribadah kepada ALLAH  untuk mempersembahkan amal terbaik kita kelak, amal yang tertulis  dalam kitab yang akan kita terima dari sebalah kanan, sementara disaat menunggu kita masih dinaungi oleh  Allah.. amin…
Bersama saudara-saudara seiman kita akan saling meraihnya, saling menopang dan saling menasehati, mari disini kita berlomba dalam beramal kebaikan, mari disini kita saling menginspirasi, berbagi dan memberi , Insya Allah dengan bersaudara orang-orang beriman yang saling menasehati kita tak mudah terlupa..

Jumat, 31 Desember 2010

Momentum Berganti Tahun


Momentum berharga ketika kita telah mengganti kalendar kita..
monentum ini tercipta, menggapai untuk terus berenung.
Merenungi selayak apakah setiap modal yang telah diberikan oleh Pemilik diri ini

para sahabat Rasulullah dulupun tak pernah lupa untuk terus mengevaluasi diri , waktunya digunakan untuk apa, kembali berenung tentang waktu ini tentang apa-apa yang telah dimodalkan Allah kepada kita..

Waktu menjadi modal utama dalam menggapai tabungan untuk kehidupan nyata kita kelak. diakhirat. Belajar pada masa kejayaan islam terdahulu banyak ulama yang sukses untuk memanfaatkan modal dari Allah terhingga kerja, karya yang bermanfaat tersai sampai saat ni

belajar sejenak dari mereka akan arti waktu menurut para pengemban waktu yang berharga

Ibnu Mas’ud
Beliau salah seorang sahabat yang mulia, beliau pernah berkata, “Aku belum pernah menyesali sesuatu seperti halnya aku menyesali tenggelamnya matahari, dimana usiaku berkurang, namun amal perbuatanku tidak juga bertambah”


Amir bin Abdi Qais
Beliau seorang tabi’in yang zuhud. Ada seorang pria berkata kepadanya, “Berbincang-bincanglah denganku”. Amir bin Abdi Qais menjawab, “Tahanlah matahari” Artinya, “Cobalah hentikan perputaran matahari, jangan biarkan ia berputar, baru aku akan berbincang-bincang denganmu. Karena sesungguhnya waktu ini senantiasa merayap dan bergerak maju, dan setelah berlalu ia tak akan kembali lagi. Maka kerugian akibat tak memanfaatkan waktu adalah jenis kerugian yang tidak dapat diganti atau dicarikan kompensasinya. Karena setiap waktu membutuhkan amal perbuatan sebagai isinya”


Hammad bin Salamah (91 H - 167 H)
Musa bin Isma’il At-Tabudzaki pernah menuturkan, “Kalau aku mengatakan kepada kalian bahwa Hammad bin Salamah tak pernah tertawa, niscaya aku tidak berdusta. Beliau itu memang orang yang sangat sibuk. Kegiatannya hanya meriwayatkan hadits, membaca, bertasbih atau shalat. Beliau membagi-bagi waktu siangnya hanya untuk itu saja”

Muridnya sendiri, Abdurrahman bin Mahdi, pernah menuturkan, “Kalau ada orang yang berkata kepada Hammad bin Salamah, “Engkau akan meninggal besok”, niscaya Beliau tidak akan mampu lagi untuk menambah sedikitpun dalam amalnya”

Yunus bin Al-Mu’addab menegaskan, “Hammad bin Salamah meninggal dunia saat beliau shalat. Semoga Allah melimpahkan rahmat kepadanya

Muhammad bin Suhnun (202 H-256 H)
Al-Maliki menuturkan, “Muhammad bin Suhnun memiliki seorang sariyyah, budak wanita milik sendiri- yang bernama Ummu Mudam. Suatu hari ia bertandang ke rumahnya. Saat itu beliau sibuk menulis buku di malam hari. Datanglah saat santap malam. Budak itu meminta ijin masuk kamarnya, “Saya sedang sibuk’, ujar Muhammad.

Karena terlalu lama menunggu, maka sang budak menyuapkan makanan itu ke mulut Beliau sampai Beliau mengunyahnya. Hal itu berlangsung lama, dan Beliau tetap dalam kondisi demikan, hingga datang waktu shalat subuh.

“Maaf, aku sangat sibuk sehingga melupakanmu tadi malam wahai Ummu Mudam.Tolong berikan makanan yang engkau tawarkan tadi malam!” Tuanku, demi Allah, aku sudah menyuapkannya ke mulutmu”, ujar budak itu heran. “Lho, kok aku tidak merasakannya?”, tanya Muhammad lebih heran lagi

Ibnul Khayyath An-Nahwi (Wafat tahun 320)
Konon beliau belajar di sepanjang waktu, hingga saat beliau sedang berada di jalanan. Sehingga terkadang beliau terjatuh ke selokan atau tertabrak binatang.

Al-Hakim (Wafat 334 H)
Abu Abdillah bin Al-Hakim Asy-Syahid, putra beliau menuturkan tentang Bapaknya, “Beliau adalah orang yang gemar berpuasa Senin dan Kamis, dan tidak pernah meninggalkan shalat malam saat bepergian dan saat tidak bepergian. Bila duduk, maka pena, buku dan tinta selalu berada ditangannya. Beliau adalah menteri pembantu Sulthan. Ia bisa memberikan izin bertemu Sulthan bila orang itu belum mendapatkan izin. Kemudian beliau sibuk menyusun tulisan ilmiah. Bila sudah demikian, maka orang yang masuk menemuinya pasti hanya berdiri saja. Hal itu dikeluhkan oleh Abul Abbas bin Hammuyah, ‘Kami biasa masuk menemui Beliau, tapi Beliau tidak menyapa kami sedikitpun. Beliau hanya mengambil pena dengan tangannya sendiri, dan membiarkan kami berdiri di pojok rumahnya’.”

Al-Hakim Abu Abdillah Al-Hafizh, penulis Al-Mustadrak, menceritakan, “Aku pernah hadir pada pengajian malam saat Al-Hakim Abul Fadhal mendiktekan hadits. Tiba-tiba masuk Abu Ali bin Abu Bakar bin Al-Muzhaffa, seorang amir. Ia berdiri di dekat Beliau, namu Beliau tak sedikitkpun bergeming dari tempatnya. Kemudian beliau memaksanya keluar dari pintu depan., ‘Hai Amir, pergi saja, hari ini bukan giliran Anda!’”

Begitulah sebagian potret kehidupan ulama dalam memanfaatkan waktu, bagaimana dengan kita?

Sumber: Sungguh Mengagumkan Manajemen Waktu Para Ulama, Syaikh Abdul Fattah. Penerbit: Zam-Zam

selalu indah belajar dari para pendahulu kita, para pencinta ilmu, par apemanfaat waktu, para kekasih Allah.
sungguh indah konsep yang dilaksanakan oleh mereka tak luput dari setiap waktunya termanfaat dengan baik, selalu da makna, selalu tertoreh kerja dan karya..sehingga sejarah pun mencatatnya
begitupun banyak ayat Al Quran yang menjelaskan tentang pentingnya waktu.dalam surat al ashr:

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.


poin penting yang terambil waktu modal utama
momentum pergantian tahun menjadi penting ketika kita telah memiliki plan jelas hendak kemana dan berbuat apa di tahun 2011 ni sehingga kita tak ragu memasuki tahun ni ..
butuh visi jelas untuk setiap memasuki tahun baru sehingga kelak dalam raport kita tertulis indah setiap amal karena kita berusaha untuk berencana...
membuat visi adalah keharusan ditiap pergantian umur dan tahun yang kemudian pun harus terealisasi dalam kerja nyata.
mmebangun komitmen kembali

Bissmillah 2011

berVisi
BELAJAR, BEKERJA, BEKARYA,
MENGAJAR, MENGABDI, MEMBAGI

berMisi
  1. menjadikan tahun 2011 adalah momentum untuk terus belajar setiap apa yang terjadi terutama terus belajar tentang ISLAM, kerumahtanggan, dan ekonomi islam
  2. menjadikan tahun 2011 adalah gerbang perubahan diri saya.. menyegerakan untuk mengasilkan kerja nyata sehingga program menuju kemandirian tercapai
  3. menjadikan tahun 2011 adalah gerbang nyata untuk KARya -karya yang ditorehkan
  4. mengajar menjadikan jiwa dalam diri ekonom rabbani karena ini adlaah estafet perjuangan ditahun 2011 program itu layak untuk segera tersampai
  5. mengabdi adalah ruh kehidupan menuju kebermanfaatan maka menjadikan diri yang selalu memberikan pengabdian penuh kepada masyarakat dan amanah yang teremban
  6. membagi adalah keharusan jiwa diri ini.. sehingga amal-amal yang tak tersadari mampir dalam diri.. keep menginspirasi.
untuk proker.. include di proker 1432 H..dan untuk detail tak tertulis disini ..intinya untuk terus berkomitmen menulis, kerja, mengabdi, persiapan sekolah lagi
bissmillah 2011 gerbang nyata menuju keluarga, masyarakat, negara telah terbuka memastikan diri ikut serta dalam kerja-kerja untuk INDONESIA terCINTA :)
mohon doa.. 2011 membuat gebrakan perbaikan

Selasa, 07 Desember 2010

program kerja 1432 H part 1


Kami menginginkan jiwa-jiwa yang hidup, kuat dan tegar
Hati-hati yang baru, yang berkobar-kobar …Emosi yang menggelora…Ruh yang memiliki sentuhan….
Visi yang jauh ke depan yang merenungkan keteladanan dan tujuan mulia
(Imam Hasan Al Banna)

Awal tentang kata dan makna, kembali mengingat akan esensi kita ada dibumi ini. Berkaca sejenak kemudian merapikan diri menuju perjalanan yang lebih panjang. Momentum berharga ketika kita senantiasa mengaca untuk mengevaluasi kemudian sejenak merangkai strategi untuk jalan ke depan yang lebih baik agar tak mengulang kesalahan. Berusaha merencanakan dan memprogram dengan sebaik-baik amal nyata. Mengingat kembali untuk berkomitmen dalam visi bersama ekonom rabbani..
Membumikan berdasarkan sifat rabbaniyah, sifat yang senantiasa terpaut dengan Rabbnya..dan senantiasa untuk saling belajar dan mengajarkan.

“ hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan al kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.” ( Q.s. Ali Imran (3): 79)

tak salah jikalau ingin merefresh apa-apa yang kita tuju, apa-apa yang kita harap sehingga terimplementasi dalam keseharian menjadi amal nyata. Sebuah perjalanan panjang membutuhkan bekal yang lebih banyak…mari bersama saling melengkapi bekal-bekal tersebut, saling mengisi, saling berbagi agar kelak kita terselamatkan dari panasnya yang menyengat di yaumul hisab..

maka kembali membaca setiap kalimat demi kalimat memastikan diri untuk terus berusaha mencapainya…
memulai…
• Kelurusan aqidah

“katakanlah : “ DiaLah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung padaNya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.” ( Q.S. 112:1-4)…surat ini yang mengajarkan kita akan keesaan Allah, maka sesungguhnya apa-apa yang kita mulai hendaknya mengembalikan pada visi utama kita menggantungkan seluruh hidup kepada ALLAH, mengabdi penuh kepadaNya sehingga jalan-jalan yang kita tempuh senantiasa tercerahkan oleh Allah.. inilah kekuatan utama kita..

maka program tiap hari senantiasa bertanya akan tujuan dan niatan disetiap amal-amal kita.

• Kekokohan dan kemandirian

Kita hidup didunia ini oleh Allah telah diberi bekal terbaik berupa ruhiyah, jasad, dan akal maka bukti keberimanan kita kepada Allah adalah senantiasa memanfaatkan setiap apa yang telah dimodalkan Allah kepada kita seperti jasadiyah kita maka selayak kita mengokokohkannya dengan olah raga, makanan yang sehat, berusaha untuk tidak mendzolimi tubuh ini.

Programnya adalah tiap hari banyak minum, menjaga makanan, olah raga kecil walau hanya berlari-lari kecil setiap pagi, kemudian tiap pecan bisa lah olah raga besar.. bissmillah saya sangat menyayangi tubuh ini maka permudah untuk mengolahnya akan tak samapai mereka terdzolimi oleh aktifitas ni.

Kemudian kita mempunyai bekal utama untuk hidup ini yaitu ruhiyah karena sejak umur 3 bulan dalam kandunganpun telah ditiupkan ruh.. maka hati dan amalan-amalannya menjadi penting untuk diprogramkan.. maka disinilah kita belajar untuk mengerti, untuk belajar dan beramal. Dari ruhiyah yang senantiasa diisi dengan amalan terbaik untuk mengingat Allah maka pasti akan menguatkan gerak langkah kita..

programnya tiap paginya berusaha mengisi ruhiyah dengan maksimal sebelum keluar rumah. Bissmillah maka sebelum keluar diusahakan dah baca al Quran 1 juz, qiyamullail, dzikir pagi. Dan senantiasa mengingat Allah setiap saat.. malamnya tak lupa mengevaluasi diri kemudian menyempurnakan dalam dekapan bersama Allah.

Kokoh fikriyah…
Menjadi dasar utama ketika menetapkan diri untuk menapaki jalan ekonom rabbani. Membaca, berfikir, menulis, dan berdiskusi berusaha untuk diazzamkan guna mencapai kekokohan ini.maka
progam yang layak digalakkan adalah tiada hari tanpa baca buku, terutama buku ekonomi islam.. eehh bukan buku aja tapi artikel juga gpp… kemudian juga selalu berusaha untuk menulis setiap apa yang telah dapat diusahakan tiap hari, nah selanjutnya marilah kita openmind terhadap apa pun yang ada dengan saling diskusi.. bissmillah maka kekokohan itu bisa tercapai dengan latihan…memulai dari yang kecil setiap hari maka akan menjadikan kebiasaan

Tak lupa kokoh berdampingan dengan kemandirian..
“Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Q.S. At taubah:105)

Inilah problematika kita sebagai kader dakwah tersering urusan financial menjadi hambatan utama dalam bergerak… dari hal kecil berusaha untuk mandiri, membuat pekerjaan, berwirausaha itulah awalan kita. Intinya punya penghasilan sendiri.ekonom rabbani tak berusaha membebani orang lain dalam hal financial. Maka ia senantiasa berusaha untuk mandiri.. semoga Allah memperkenankan setiap langkah untuk meraih karunianya yang ada dibumi.
Programnya adalah tiada hari tanpa memperoleh penghasilan financial… maka cita-cita sekaya siti khodijah yang merahmat pasti tercapai. Sebelum memperbaiki perekonomian bangsa maka bersama selalu perbaiki perekonomian pribadi dan senantiasa hemat, sederhana serta tidak berlebih-lebihan dalam mengkonsumsi barang, insya Allah dnegan penerapan prinsip-prinsip ekonomi islam dari diri pribadi akan menyebar ke pelosok negeri jika diiringi gerak langkah. Tak lupa senantiasa berinfaq tiap pagi sebelum kita merahmat kelak maka dari sedikit akan dibiasakan untuk berinfaq.

• Dinamis, kreatif, inovatif
Dinamis.. senantiasa bergerak, tak ada kata untuk diam, maka senantiasa bergerak untuk perbaikan sehingga tak sempat diam dan malas menyertai, ekonom rabbani senantiasa peka untuk bergerak meniti jalan terus tanpa henti berusaha istiqomah dijalan dakwah ini…maka dari gerak langkah yang dinamis ini akan menghasilkan kreatifitas yang didapat dari pengalaman, perjalanan, bacaan, diskusi, pengamatan, serta perenungan proses-proses inilah yang dapat membentuknya..sebuah kreatif dibutuhkan untuk gerak langkah ini.. dari sini pun akan mengikuti keinovatifan…

Maka program kerja yang digalakan adalah:
Senantiasa bergerak, tidak ada kata malas, peka sekitar, baca keadaan lingkungan, kemudian menggambarkan apa-apa yang diperoleh tiap hari.. senantiasa belajar dari banyak hal.. bissmillah bombing kami ya kawan untuk saling memancing kreatifitas dalam diri..yang dapat menggugah gerak langkah untuk lebih baik.

Selasa, 12 Oktober 2010

SAKSI


PAGI ini ....

kumulai aktifitas seperti biasanya hanya saja pagi ni erangkat lebih pagi sekitar setengah enam lebih... dengan motor itu saya libas jalanan pagi yang masih sepi dengan kecepatan penuh... antara 60 sampai 80 km perjam...
ya.. walau pagi ini bukan karena telat saya memulai aktifitas namun pagi ini saya berharap rejeki itu lebih cepat kujemput...ya di jemput dengan cepat.....
dengan kerja keras dan karya yang maksimal pada titik maksimalisasi kerja....

setiap aktifitas pagi selalu kumulai dengan motor itu...
mengantar dan menjemput anak sekolah yang lebih dari 2 anak(ya belajar lah menjadi ibu rumah tangga) sudah hampir 8 bulan saya jalani aktifitas ini, aktifitas yang semakin mengingatkan saya, menganggumi, belajar serta bekerja lebih untuk anak-anak saya kelak....tidak tahu job itu datang dengan tiba-tiba yang para umahat begitu percayanya dengan saya untuk menitipkan putranya,....
banyak pelajaran yang saya dapat dari profesi sampinganku ini namun belum saatnya saya jelaskan sekarang...
aaah... aku beda dengan akhwat yang lain.. aku harus kerja lebih ekstra dan lebih cerdas lagi..untuk menghasilkan karya yang terbaik kelak....
itu aktifitas setiap pagi dan siang menjelang sore...
pelajaran yang kudapati tadi pagi amat berharga sekali..
karena dalam 2 kali mengantar anak sekolah tidaklah mudah karena bisa saja diri ini mendzolimi jikalu telat... ya setiap perjalanan itu selalu berharap agar kerja-kerjaku ini tidak mendzolimi diri, dan sekitar...karena bisa jadi kita bekerja dengan kerasnya namun banyak harta yang menjadi penyebab kedzoliman...
itulah yang saya renungkan tadi pagi....

maka saya kembalikan pada fokus dan tujuan saya untuk lebih menghasilkan karya yang terbaik biarlah kisah-kisah keakhwatan saya yang mungkin kata teman-teman terlalu tangguh untuk kapasitas akhwat namun tidak dalam pikiran saya tooh kerjaan-kerjaan saya cuman mencari bekal harta lebih untuk akhirat dan lebih untuk kebermanfaatan...

kata teman saya memang mandiri namun hati kecil ini belum berharap di cap seperti itu....
ingin kembali saya luruskan apa yang ada dalam catatan visi saya beberapa tahun lalu
tentang cita-cita itu yang bukan hanya sekedar menjadi akhwat tangguh(kata teman teman)... namun keinginan untuk lebih disibukan pada tolabul ilmi tanpa batas....
kalo perlu sampai profesor... ya....(walau sekarang lagi masa nikmatnya bergulat dengan literatur, jurnal dan pc ini yang harus kubayar lebih mahal dengan ketekunan untuk meraih gelar itu)

berharap cinta itu semakin menguatkan untuk mengembangkan ekonomi islam dengan terus belajar tanpa batas karena diri ni masih sangat lemah dan masih butuh lebih banyak berkontribusi untuk bangsa, kelak gelar professor itu pasti kuraih...pasti itu yang spesifik pada pemberdayaan perekonomian pada perempuan melalui ekonomi islam....aaah,,,,semakin ingin kumenyegerakan...
Indonesia ini tak hanya butuh da'i yang militan namu butuh ilmuwan yang lebih militan dan berjiwa pejuang. ya Allah permudah langkah hamba untuk meraihnya...segera...

dengan mentauladani bunda khodijah dengan kekayaannya yang merahmat...
mentauladani bunda aisyah dengan ilmunya yang bisa memberi....
mentauladai fatimah dengan qonaah dan kesederhanaan yang membawa ketenangan...
mentauladani zainab dengan ketangguhan dan keteguhannya yang dapat menguatkan dakwah ini....

bissmillah menyakinkan diri untuk fokus pada dakwah ilmiah ini karena perekonomian bangsa yang menunutut diri untuk berkontribusi lebih............
memerangi siakp wahn, ketamakan, keserakahan, kapitalisme...
sibukkan hamba pada kegiatan-kegiatan ilmiah, berbagi, dan memotivasi....
(semoga catatan ini manjadi saksi untuk terus memperbaiki diri)

Rabu, 07 April 2010

cita-cita mulia

bissmillah..

mulai kumainkan jari-jemari ini di atas keyboard, menyusun setiap kata-kata yang ada dalam benak, merangkai setiap makna yang tersirat.. saat ini aku ingin menguatkan komitmen kembali untuk sebuah cita-cita besarku untuk tujuan kahirku yang tanpa batas yang tanpa ujungnya yang berakhir dengan indah..

kembali kutanya dalam hati apakah itu? asaya mau kemana? saya mau cari tujuan apa? materi? uang? pekerjaan? IPK bagus? suami yang sholeh ? hmmm..... sekali lagi selalu kutanya dalam dalam hati.....

ya semua itu hanya semu belaka hanya sebagian kecil saja dari cita-CITA BESAR yang sesungguhnya... saya berusaha setiapa apa yang kuinginkan kukembalikan pada orientasi akhir yaitu syurga....
yang mungkin dulu sering diri ini terjebak dalam rutinitas aktifitas adakwah yang memang sepertinya dakwah karena yang diurusi adalah organisai dakwah tapi ternyata dari itu semua muncul godaan syetan yang sangat melenakan tentang jabatan, ghonimah, sungguh itu semua semu... aktivitas yang terlalu berlebihan dapat membuat hati kering terlalu berinteraksi dengna ikhwan membuat hati sering sakit.....

kini sering kurenungi dan kusyukuri dalam masa purna tugas amanah ini bersama sering kulalui bersma seorang umahat dan 4 jundinya sungguh luar biasa bliau itu kubanyak belajar darinya.. semakin menguatkan azzan untuk belajar menjadi ibu yang lebih baik untuk anak-anaknya yang hanya syurga tujuan hidupnya.. aku sekarang semakin yakin kepada Allah bahwa tarbiyah yang da pada diri ini sangat indah.. senantiasa memperbaiki diri... hanya untuk mencapai syurgaNya...

semoga jannah dan syahidah sebagai gelar itu menghampiriku dalam waktu yang tepat.. amin ya Rabb... mengharap teman semua untuk saling menompang menuju cita-cita besar ini

Rabu, 02 Desember 2009

amazing

The GREAT Motivation

apa tujuan hidupku? Bagaimana saya melangkah? Apa yang dapat menginspirasi hidup saya? Apa yang dapat memberikan semangat dalam dihidup saya?
Apa yang memberikan harapan pada hidup saya? Bagaimana saya kedepan melangkah dan meraihnya?
Apa yang telah saya lakukan untuk perbaikan diri dan negeri ini? Apa kontribusi nyata saya untuk dakwah ini?Prestasi apa yang telah saya berikan untuk dakwah ini? Bagaimana saya meraih cita-cita saya? Seperti apakah saya sekarang dan akan datang?
Mengapa saya kurang maksimal dalam kehidupan saya? Apa potensi saya?
Bagaimana saya menuju kematian? DLL?

Seretetan pertanyaan tersebut beberapa pekan ini muncul kembali setelah sekitar empat tahun yang lalu menghantui pikiran saya, kucari-cari terus jawaban atas pertanyaan2ku tersebut, kucari jawabannya dalam setiap proses kehidupan ini hingga memberanikan diri untuk mengambil banyak resiko tapi mengasyikkan,,, hmmm, ya mungkin ini yang dinamakan pencarian jati diri. Pertanyaan-pertanyaan tersebut terjawab pada setiap proses pembinaan diri dalam amanah yang ada,ya amanah yang dapat membina kita,,

Akan tetapi saya mendapat inspirasi besar sekali tepat seminggu yang lalu, yang berusaha untuk mengembalikan komitmen juang saya dalam meraih setiap tujuan hidup saya, kata tak bisa terucap ketika melihat kebesaran Allah dengan mengikuti acara tersebut,, merasa diri amat lemah akan tetapi dari kelemahan tersebt menghasilkan kekuatan besar untuk senantiasa memperbaiki diri dan memberikan kontribusi yang terbaik, dan lebih komitmen pada dakwah ini, pada cita-cita saya pada tujuan saya serta pada prinsip-prinsip yang saya pegang.

Pada awalnya saya amat meremahkan kegiatan ini menganggap bahwa diri mampu untuk tidak dimotivasi orang lain, merasa diri tidak butuh motivasi lebih…. Ya terus perasaan itu selalu ada pada diri, merasa masih belum butuh, banyak hal yang saya pertimbangkan dalam keputusan ini,walau mengorbankan sesuatu,,, yaa setiap proses perbaikan sennatiasa membutuhkan pengorbanan…dalam kegamangan bersyukur Allah masih menyayangiku untuk memantapkan hati ketika pertanyaan muncul pada pikiran,,,,,

APA YANG TELAH KAMU LAKUKAN UNTUK DAKWAH INI, UNTUK AGAMA INI? KAMU PUNYA APA? SUDAHKAH MAKSIMAL PERANMU? BAGAIMANA DENGAN CITA-CITAMU? MASIHKAH ADA HARAPAN?
Ya dalam kegalauan pertanyaan tersebut saya berusaha melangkah pasti berucap bissmillah ya saya harus ikut walau………….. kedepan saya harus lebih maksimal menggantinya, ini adalah pilihan yang dpat memberikan keyakinan penuh kepada kuasanya Allah, semakin yakin Allah pasti memudahkan dalam menggantinya,,,,,,.

Sungguh luar biasa motivasi itu datang pula ketika memulai mengikutinya,,,, hari perrtama semakin meyakinkan diri akan pemaksimalan potensi yang saya miliki, ya harus dimaksimalkan HARUS!!! Dan semakin yakin akan potensi diri dapat membawa kepada perbaikan diri dan umat, jawaban atas kegalauan pikiran mulai terjawab,, hari itu kulalui terus dan semakin kunikmati setiap momentnya sehingga jawaban2 atas pertanyaan ku terjawab.

Ya mungkin aktifitas ini dapat merefresh kembali pikiran saya yang selama ini terlalu berkutat pada aktifitas yang seakan-akan menuju akhirat tapi ternyata tidak juga jika tidak diikuti oleh ruh dalam bergerak,,, yang sering merasa capek akan semuanya, ya di aktifitas ini dapat merefresh kembali pikiran ini untuk lebih baik lagi,,,,, dan semakin nyata apa yang harus kita lakukan untuk meraih cita-cita ini,,,,,, semakin yakin akan kuasanya Allah, semakin yakin akan perubahan diri untuk lebih baik itu mudah dengan pertolongan dan kuasanya Allah..

YA Allah sungguh Engkau masih menyayangiiku sehingga Engkau ijinkan aku memiliki kesempatan itu
(ya ini doa kata hati yang terucap estela pelatihan tersebut, costnya pelatihan ini sungguh tebayarkan)
Saudaraku mungkin kallian perlu merefesh kembali gerak kalian, merefreh pikiran kita, mengecharge secara lebih diri kita, mengembalikan semangat juang kita, sehingga kesetresan2 yang kita miiliki dapat termanage dengan baik…..untuk lebih BERKOMITMEN dalam hidup ini,,,,,

HIDUP INI INDAH BILA KAU TAHU!!!!
SEBESAR, SEBANYAK, SESULIT APAPUN AMANAH(kuliah, dakwah, kerja dll) yang kita emban pasti memiliki masalah sendiri-sendiri tinggal bagaimana kita mangatur masalah –masalah tersebut untuk menjadi lebih indah dan nikmat ketika kita jalani…

Dengan kuasa dan kebesaran Allahlah kita dapat memaknai hidup lebih baik, dapat melaksanakan amanah ini dengan maksimal serta lebih berkomitmen,,,,,
Alllah sajalah yang senantiasa memudahkan setiap langkah-langkah perjuangan kita.

SO silahkan mencoba untuk agenda selanjutnya!!!!!!

Jangan pernah REMEHkan!!!! Jika ada kesulitan yakinlah ada Allah yang pasti mempermudah langkah kita ketika kita sudah berkomitman untuk memperbaiki diri….

SELAMAT MENCOBA!!!!

Nb: tulisan ini hanya untuk perefleksian diri dan berbagi tidak bermaksud promosi pula,,,,,,hanya untuk berbagi.