BERBAIK DIRI DALAM IMAN, ILMU, AMAL, AKHLAK

JIWA INI NYATA TELAH DIPERJUALBELIKAN UNTUK KEMENANGAN, MENUJU JANNAH YANG DINANTI

catatan manis

Tampilkan postingan dengan label Dialog Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dialog Hati. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Agustus 2011

doaku dipenghujung ramadhan


Ingin kugayuh terus ramadhan kali ini, kutinggalkan amal dan doa di malam terakhir ini, kutulis disini agar tak hanya diri yang ikut mengamini tapi jika berkenan kawan yang membaca, banyak pinta dan harap di ramadhan mubarok setelah berusaha dengan tertatih mengejar iman yang masih sangat rapuh ini namun harapan pasti tak akan sirna.. dari hati dan lubuk paling dalam kuberanikan untuk menulisnya agar yang berdoa tak hanya saya saja, Allahu Rabbi Engkau Yang Maha Kuasa, Engkau yang Maha Kaya, Engkau Yang Maha Berkehendak, anugerahi kami negeri yang berkah, negeri yang pemimpin dan rakyatnya mencintaiMu, Allah di akhir ramadhan ini kutitipkan doa ni, kuberanikan untuk menulis harapan bagi negeri tercinta agar motivasi kuat tertanam dalam jiwa untuk melaksanakan harapan ini  :
1.       Berharap akan negeri ini jauh dari sikap bermewah-mewah
2.       Berharap agar negeri ini bukan menjadi Negara terkorup
3.       Berharap negeri ini sejahterah dengan pendidikannya
4.       Politik yang bersih
5.       Pendidikan yang murah dan berkualitas sehingga mudah dijangkau oleh kalangan bawah
6.       Pemimpin-pemimpin negeri yang adil
7.       Tak ada tawuran
8.       Akhlak para pemimpin yang mulia, mendamba kepemimpinan umar bin abdul azis yang ia rela menyerahkan hartanya untuk kaum duafa, seperti umar bin khattab yang sangat teliti dan peka terhadap para rakyat yang kelaparan, rindunya diri ini.. Allah ijinkan kami merasai nikmat punya pemimpin yg seperti meraka atau mungkin kita akan berusaha seperti mereka
9.       Allah ketika diri belajar mengenalMu, belajar memaknai hidup ini semakin ada banyak sesak dalam dada yang membuncah untuk segera dikeluarkan apalagi tentang kapitalisme, lindungi kami dari sikap kapitalisme, lindungi Negara kami dari kejahatan ekonomi ini, ijinkan kami melangkah lebih banyak untuk ini. Agar kami sangat sadar bahwa gerak ini masih sangat kurang sekali
10.   Kemiskinan-kemiskinan ini mudah sekali membawa kekafiran ya Allah, ijinkan kami ikut dalam kereta dakwah ini. Kuatkan kami, istiqomahkan kami dalam idealism ini, dalam cinta ini dalamkasih ini, dalam cita dan gerak bersama
11.   Rinduku, rinduku, rinduku suatu saat kelak pelaku pasar sadar akan hakikat penciptaannya, bersama membangun bangsa ini, bergandeng tangan untuk memajukan negeri tercinta ni.
Buliran air mata ini mungkin tak sanggup melampiaskan semua harapku akan negeri tercinta….maafkan kata ini tertoreh dalam tulisan sebab kuingin mengungkap semua harap
Sesungguhnya Allah Yang berkehendak akan ini semua, Allah Yang Maha Berkuasa, hanya kepada Allah kami berserah, semoga dengan cita ini Engkau mengijinkan harap kami tercapai sebab usaha kami.
Semoga Allah berkenan dengan ini, diujung ramadhan nan diberkah, semoga bekas-bekas ramadhan inipun menyatu dalam jiwa para pejuang Mu dan jadikan aku salah satu dari bagian itu. Aku mencintai negeri ini karena Mu.

Rabu, 25 Mei 2011

Jazzakumullah

Kalimat jazakallahu Khairan sendiri biasanya digunakan mirip dengan kalimat terima kasih, dalam bahasa arab terima kasih itu sama dengan Sukron. Hanya saja makna dari kalimat jazakallah khairan jauh lebih luar biasa dibanding dengan terima kasih atau sukron. Kalau di simak lebih dalam, Jazakallah kahiran itu gabungan dari beberapa kata 'Jaza', 'ka', 'Allah', dan 'Khairan'.
  • Jaza sendiri memiliki arti kurang lebih : semoga memberi, semoga membalas, semoga menambah.
  • Ka memiliki arti: kamu - untuk laki-laki tunggal.
  • Allah sendiri berarti menyebut nama Allah,
  • dan kata Khairan berarti kebaikan.
  • Untuk perempuan, kata 'ka' diganti menjadi 'ki' sehingga kalimatnya menjadi Jazakillah.
  • Jika orangnya banyak maka kata 'ka' diganti menjadi 'kum' dan kalimatnya berubah menjadi Jazakumullah.
  • Jazakumullah sendiri bisa digunakan untuk disampaikan kepada orang yang tunggal, biasanya untuk orang yang kita sangat hormati bisa mengucapkan Jazakumullah ini.
Jadi, Jazakallahu Khairan sendiri memiliki arti kira-kira : "Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan".

Entah apa yang  membuat saya suka kata-kata ini terutama dengan kata yang tersampai kepada saya jazzakillah khoir ya ukhti… kata itu serasa tulus sekali doanya, serasa aaah ini adalah balasan terbaik untuk saya selama masih di dunia,karena dengan kata ini maka orang sudah mendoakan kita, bukan sekedar kata tapi ia menyerahkan penuh ucapan terima kasih hanya kepada Allah yang membalasnya. Terus terang saya akan sangat senang jika apa yang berusaha saya berikan terbalasa dengan doa itu, bukan traktitaran atao yang lain namun tak munafik mungkin kita juga butuh yang seperti itu . aaah alangkah lebih baik jawaban dari apa yang berusaha kita coba berikan ini adalah jazzakillah, karena memang setiap kebiakan layaknya hanya meminta balasan kepada Allah, ya hanya meminta balasan dari Allah cukup itu saja, karena kita tak tak tau balasan dari Allah itu entah kita rasakan saat ini ataukah kelak diyaumul akhir kelak.

Aaah tiba-tiba saya meamng sangat rindu untuk terus memberi, membagi, berkontribusi kemudaian menyebar inspirasi bagi sekitar, namun akhir-akhir ini sangat jarang kesempatan itu mampir kepada saya tidak seperti saat masih aktif di kampus, tidak yang hampir tiap hari hp selalu ramai dengan sms, telp yang mungkin terasa indah sekali. Namun kembali bertanya kepada diri yang akhir-akahir ini jarang sekali kesempatan itu datang maka perlu dipertanyakan dalam hati ini? Untuk apa kita melakukan itu? Sudah mampukah kita? Kemudian sebelum berkontribusi sudahkah menolong dirim sendiri lebih banyak? Aaahhh memang iya sepertinya saya harus banyak introkpeksi diri karena masih banyak dalam diri yang sangat kurang sehingga kesempatan indah itu jarang menghampirinya, aah memang terlalu compang-campingnya ukhuwah ini sehingga kepekaan tak mudah menghampiri lagi. Aah mungkin karena hati ini terlalu terkotori oleh kebutuhan dunia yang melenakan.. aaah apakah benar ini semua?

Jangan samapai banyak orang yang lebih mengasihani kita daripada meminta pertolongan kepada kita, mungkin inilah yang berusaha saya bangun dalam diri. Menolong diri terlebih dahulu dalam ibadah lebih utama daripada apapun, namun dalam bermuamalah sekitar kita punya hak atas diri kita ya karena kita saudara. Semoga saya masih punya kesempatan dan mengupayakan kesempatan itu, kesempatan indah, kesempatan emas, kesempatan luar bisa untuk terus berbagi, memeberi dan menginspirasi walau itu hanya kecil saja, ya karena selama ini memang diri belum mampu memberi lebih banyak.

Allah ijinkan kami untuk menyayanga diri memaksimalkan potensi, mencintai sekitar dengan tulus, berkontribusi lebih banyak dengan kemampuan diri yang dibutuhkan banyak orang.
Allah ijinkan kami untuk berusaha dengan maksimal dekat denganMu dan kemudian berusaha mencelup sifat-sifatMu dalam diri.. karena kami masih sangat kurang dalam ilmu, amal, iman. Maka jaga kami dalam keistiqomahan islam sebagai rahmatan lil alamin seperti apa komitmen diri in terlahir dimuka bumi dan makna nama hamba...:)_

Rabu, 18 Mei 2011

Berteman Dalam Maya

d
Bissmillah..
Pagi ini sudah berkelana ke dunia maya…aktivitas yang akhir-akhir ini menjadi penenang jiwa, mencari inspirasi, penambah iman serta berbagi makna, ada beberapa artikel yang mengesankan bagi saya, terkait kepulangan seorang penulis  negeri ini, kembali melihat di MPnya..yang memang luar biasa tulisan yang penuh inspiratif dan banyak membawa hikmah… Subhanallah memang kekuatan menulis itu, walau sipenulis telah tiada tapi amalnya tetap terasa..semakin menguatkan diri, Allah semoga Engkau memperkenankan hamba terus berkontribusi disini...

Kemudian menjelajah ke dunia FB dan perblogan..aah memang tiap pagi terjadwalkan untuk mencari inspirasi  selama 2jam di dunia maya.. kemudian melanjutkan pekerjaan nyata. 

Ada beberapa hal yang mengusik hati akhir-akhir ini ketika aktif di dunia maya, entah itu motivasi yang luar biasa, mendapat info lomba, hingga pengupgradetan diri..namun agak sedikit bertanya dalam hati, setelah mengingat diskusi dengan umahat..saat ini sudah era bebas ya, 

Dari situ kembali saya berfikir, dalam maya ini apa yang kita peroleh? Semakin mendekatkan diri kepada Allah atau malah menjadi murkanya Allah, karena kelakuan kita disni.. aaahh itulah yang berusaha saya tanyakan ketika hendak mengakses dalam dunia maya ini… menilik FB pula banyak manfaat yang dapat diterima dari situ namun ada hal yang menggelitik jiwa saya tentang KETERJAGAAN…. Ya tentang dia, tentang keterjagaan dimana dalam dunia nyata kita sangat menjaga sekali dengan lawan jenis terutama makhluk yang bernama ikhwan-akhwat atau bisa disebut aktivis dakwah, namun dalam dunia maya ni termudah berpendapat sana sini, menebar kata ….yang mungkin tak sadarkan diri bahwa kata-kata itu bisa dijadikan senjata setan, Allah ampuni saya jikalau sering kata itu menjadi senjata setan… terlampau sering kita menebar tanpa kita sadari, semoga tebaran kata itu adalah kata yang dapat menolong kita kelak bukan yang menjerumuskan… 

Melihat di Fb, begitu mudah komentar ikhwan akhwat mengalir tanpa batas waktu pula, mengamati yang didunia nyata ia begitu menjaga namun dimaya begitu mudah terjaga untuk saling berkata, mungkin saya juga sering seperti itu…..tapi  akhir-akhir ini hal itu menjadi pelajaran berharga bagi saya… pelajaran untuk lebih menjaga… berkomentar sama dengan bicara, bertutur kata dimana hal itu pasti dipertanggung jawabkan… 

namun banyak pula kebaikan dari saudara diluar sana yang patut dicontoh...mengembalikan komitmen dalam FB untuk silahturahim dg saudari yang jauh dari pandang, dalam blog sebagai hoby menulis.. berharap ini menjadi bekal untuk terus berkarya

Tulisan ini sebagai pengingat diri ketika terlupa untuk apa kita disini… 

Hanya dengan ini saya mengingat komitmen saya..
Semoga disini mendatangkan keberkahan dan kasih sayangMu Ya Allah J

Rabu, 04 Mei 2011

Saudaraku sungguh kubutuh kalian

akhir-akhir ni entah saya aktif banget add teman-teman, folow sana, follow sini, ngaktifin lagi twitter, berusaha terus mencari inspirasi, mencari teman lama, mencari orang-orang yang menginspirasi di dunia maya ni, aktif berkunjung disetiap celah kesenggangan....

entah apa yang kucari namun yang jelasa adalah keinginan saya untuk terus belajar kepada siapapun yang menginspirasi saya, dimanapun berada dan Alhamdulillah teknologi memfasilitasinya, disini kumenemukan banyk yang menginspirasi untuk berbagi dan bercermin.

ya banyak pelajaran yang kuperoleh dari mereka, betapa diri harus belajar terus dan terus belajar,
mereka semua menginspirasi, memacu semangat saya untuk terus berprestasi dan berbagi melalui tulisannya, sungguh syukur ini tak terkira ketika dianugerahi saudara-saudar yang penuh inspiratif,

ada salah satu saudara yang bernasehat kepada saya
"kita punya teman yang lain, jangan sampai kita menyakitinya, karena mereka adalah guru kita, buku kita yang bisa dijadikan pelajaran" ya mereka adalah guru terbaik kita...dari katanya kita bisa mengambil hikmah, semakin meningkatkan kapasitas diri, keimanan.

nah memang tipe saya yang sosial banget dan tak bisa lepas dengan teman-teman inilah yang mendasari saya untuk suka berbagi dan mencari teman, hehee inilah hobi saya, bahkan saya tak akan luput menulis nama dan no.hp dibuku khusus jika saya bertemu dengan teman baru, ampe bukunya udah 3jilid, entah setelah itu suka sms-smsan, add FBnya sampe follow diblognya, itu hobby yang saya geluti jika memang berkesempatan, emang ya dasarnya suka banget dengan yang berhubungan dengan manusia jadi ini terlampiaskan di setiap organisasi yang saya geluti selalulah teramanah dibagian PSDM, kayaknya jadi spesialis gitu, tapi masih sangat butuh belajar lagi siih....

ya harapannya ketika sudah punya banyak teman banyak pelajaran yang diambil, banyak motivasi yang ditangkap dan yang terpenting bisa dapat saudara yang saling mengingatkan dalam kebaikan dan ketakwaan. namun masih ada batasan syari yang terus saya usahakan untuk dijaga.

jadi teman-teman jangan heran ya jika saya add di FB, di follow di twitter dan blog, ya karena memang saya butuh kalian semua untuk belajar, berbagi dan menginspirasi..
semoga disetiap kata yang terketik menjadi makna tersendiri untuk perbaikan.. karena inilah tugas saya untuk terus memperbaiki diri dalam iman,ilmu, amal dan akhlak dari media apapun..

TERIMA KASIH SAHABAT-SAHABAT MAYAku atas setiap katanya, semoga ni menjadi pemberat tersendiri  di yaumul hisab kelak...
SALAM ukhuwah
follow di twitter: @re_ni_ER

Jumat, 22 April 2011

Bertanya Lagi

tiba-tiba terasakan dalam diri akan apa yang dihadapi saat ni menjadi renungan yang berarti, menjadi saksi berharga untuk kebangkitan umat. kembali mengingatnya yang dulu sungguh luar biasa apa yang dilaksanakan pada saat-saat mahasiswa, banyak agenda dalam satu waktu terlaksana dengan baik...

banyak berkata harus, kesana kemari iya, asal sesuai dengan cita-cita peradaban itu,
saat mahasiswa sangat mudah digerakkan, sangat mudah bergerak sejauh apapun itu, beridealisme yang tinggi, tidak pernah mengenal capek, mengenal lelah, dari daerah ke daerah,
dari satu rapat-ke rapat yang lain, dari satu lomba ke lomba yang lain, dari satu studi ke studi yang lain, dari satu kajian ke kajian yang lain.....

banyak berkata betapa militannya, banyak berkata ndak cape' tho ukh, ato ada yang berkata udahlah ukh disini saja jangan menoleh kemana-mana, sudah dikampus saja...
sebuah sikap militansi yang sempat kutanya dan kucari esendi maknanya dari berbagai forum,

bahkan awal menjadi MABA pun sudah terpatri surat at taubah ayat 111 itu..
entah semangat dari mana itu? entah begitu menggebunya saya walau mungkin ini tak seberapa...sangat bukan apa-apa...

namun kembali merenungi diri apa arti kata militan itu? apa artinya? dulu sempat debat juga tentang ni? apa arti terlalu bersemangat tinggi? apa arti itu semua?

kini ketika kembali ke masyarakat , keadaan tak seperti harapan idealisme kita,
benar harus realistik tapi tetap idealis, idealis yang realistis,...

mencari idealisme yang realistis, memupuk militansi yang berkarakter..
kembali mencari karakter itu, mengembalikan apa yang dicita, apa yang diharap
tentang ekonom rabbani itu yang terpenting, walau diri sering terbaur dalam berbagai identitas ya identitas itu tercipta karena kegiatan kita sehari-hari..

sebuah identitas sangat dibutuhkan, semilitan apapun kita, jangan sampai militan hanya pada situasi tertentu saja, bukan?...

kembali bertanya pada hati?
kamu ni mau jadi apa sih?
ekonom? politikus? penulis? bankir? pekerja? trainer? ato hanya sebagai istri saja?

pertanyaan itu yang tetap saya tanyakan ketika hendak melakukan aktivitas baru..
teringat pesan saudara,
boleh lah ukh kita banyak amanah namun satu hirarki, fokuskan pada tujuan utama...
ya udah kutemukan, semua aktivitas itu pasti bermuara pada tujuan akhir menjadi ekonom rabbani..
kita masih butuh politik dengan ilmu politik kita akan bisa mengetahui strategi-strategi pemerintah, kita masih butuh keterampilan menulis, karakter kedisiplinan,

kembali mengingat 9 karakteristik itu, yang salah satunya karakteristiknya adalah memiliki wawasan global...

biarkan saya mencari ilmu itu namun tetap bermuara untuk tujuan utama, menegakkan dien Allah melalui profesi,...biarkan saya saat ni dimasyarakat pedesaan dulu, ...

tetap bertahan dalam idealisme dan militansi dakwah ini, yang sudah berubah
^^

Rabu, 30 Maret 2011

spekulasi

kali ini ingin saja menuliskan kebencian yang teramat terhadap yang namanya spekulasi. spekulasi yang penuh dengan ketidak pastian, spekulasi yang sok tau tentang keadaan kedepan padahal belum tentu keadaan seperti itu, spekulasi yang berakibat penimbunan, berakibat pada kurangnya pasokan, spekulasi yang berakibat dengan bermain-main pada keadaan mendatang seakan-akan bahwa kita tak punya Allah saja yang memiliki segala yang sebagai penyangga hidup kita...

nah begitu pula dengan jodoh bagi yang belum menemukan jodohnya, terus terang saya paling benci dengan orang yang bermain-main dengan hal yang satu ini, berani bermain perasaan, berani menentukan jodohnya padahal belum tentu jodohnya, berani mencari perhatian pada orang yang disukainya dengan berbagi cara yang itu jelas-jelas melnggar batasan syari yang telah ditetapkan Allah, jadi mengapa saya akhir-akhir ini gencar sekali berargumen, berkata maupun menulis di status-status maya saya tentang menjaga diri, tentang esensi kesetiaan yang dimulai sejak belum menikah....

ini berawal dari kebencian saya yang teramat sangat kepada yang berani mencari perhatian, yang berani menentukan takdir sebelum takdir jodoh itu datang, sungguh saya eneg dengan orang seperti ini, tak ingin kumendekatinya berspekulasi dengan jodoh yang saat ni jelas kita tak tau. biarkan saat itu indah menurut Allah, tak perlu kita mereka-reka, tak perlu kita mengira-ngira apalagi memastikan bahwa ia pasti jodoh kita sebelum ijab itu terucap...
inilah fitnah yang paling aku takuti, fitnah yang paling aku hindari sehingga berusaha menjaga serta memperbaiki diri sebaik mungkin,,...

Ya Allah Engkau Maha Tahu apa yang tertakdir bagi hamba kelak
Engkau sebaik pemberi keputusan, Engkau Yang Maha Tahu apa yang hamba butuhkan
Ya Allah ampuni diri ini yang telah berani menentukan pada saat yang belum pasti
Ya Allah ampuni jikalau diri ni mudah terkena fitnah yang paling hamba takuti
Ya Allah ijinkanlah hamba menjaga diri dengan sebaik-baik penjagaan..
Ya Allah sesungguhnya diri ini tak ingin menyakiti banyak orang
Ya Allah ampuni hamba, karena Engkau adalah sebaik-baik pengampun, maafkan hamba

kepada teman, kawan maupun saudara.. maafkan jikalau diri ini membuatmu berani berspekulasi, berani mengambil perhatian.. maafkan sesungguhnya hanya Allah sajalah sandaran kita, tidak berhak kita terlalu mendekte Allah terhadap apa yang berlebihan kita inginkan.. ikhlaskan, sungguh ikhlaskan..maafkan aku, maafkan aku..

Senin, 21 Maret 2011

Tersentak oleh suaranya



Benar-benar malam ini diri tak bisa tidur, kudengarkan saja lagu perjuangan, ruhul jadid, hai pemudanya izzis, mari berjuang, bingkai kehidupan, bangkitlah negeriku, indonesia memanggil, tekad, generasi harapan, hai mujahid muda, seruan dan satu lagi lagu spirit rabbani… aaah semua berusaha kudengarkan dalam keheningan malam, entah mengapa selalu lagu-lagu itu menjadi pelecut dalam setiap amal, luar biasa memang kekuatan audio itu.

Salah satu lirik ar ruhul jadid

Ar ruhul jadid fi jasadil ummat, hai mujahid luluh lantakan jiwa pembesar

Kami berpetualang mencari kebenaran, mencari hakikat manusia…

Hidup mulia atau mati sebagai syuhada….

Kami semangat baru siap laju hancur semua musuh

Kami tentara Allah siap korbankan harta, bahkan jiwa..

Kami serahkan semua hidup pada Allah

Teringat dalam motto

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. (Q.S At taubah: 111)

Tiba-tibapun teringat saudara di palestina mereka tetap hidup dan punya cita-cita besar sebagai syuhada, mereka tak pernah gentar maupun takut melawan kedzoliman, nyawa sebagai taruhan untuk menggapai cita.. tak pernah gentar sedikitpun, bahkan si anak kecil ia mampu mempersembahkan yang terbaik untuk negeri berupa hafalan dan jihad dengan nyawanya, mengingat mereka membuat diri semakin malu, mereka punya cita-cita besar, mereka memperjuangkan citanya dengan fisik, harta bahkan jiwa, sedangkan kita memperjuangkan satu cita untuk negeri saja masih sering di gelayuti rasa capek, bosan, dan keputus asaan. Mereka saudara di palestine tak pernah takut memperjuangkan cita-citanya, malunya diri jikalau diminta memperjuangkan satu mimpi untuk negeri tercinta saja masih banyak alasan, diminta berkontribusi saja masih sangat enggan, diminta belajar lebih giat saja masih banyak pertimbangan, diminta bina yang agak jauh aja udah banyak alasan, diminta bermasyarakat saja masih canggung, diminta memberi solusi malah berdalih alih belum mampu, diminta untuk taat, percaya kepada saudara masih sering menodai ukhuwah…

Entah dengan apa bekal kita kelak di yaumul hisab jikalau kita sering banyak alasan untk beramal, yakinkah bahwa amal-amal kita terdahulu di terima oleh Allah? Yakinkah amal-amal terdahulu menjadi pengantar kita untuk menatap Allah? Yakinkah kita dengan amal-amal itu jika kita tidak terus memperbanyak amal, membuat peluang yang lebih banyak? ----dimanakah jiwa-jiwa itu hadir kembali menyertai jika dia terus melirik kenikmatan dunia yang berlebihan? Tersibukan duniawi?--------

Terus berharap cita untuk negeri tercinta dengan semaksimal kerja, mengembalikan ruh semangat untuk menggapai mimpi tercinta…

Semoga ini dapat menjadi pemacu kelak serta sebagai saksi di yaumul hisab.^_^

Allah cintai kami, sayangi kami, ingatkan kami terus akan semangat juang ini, ingatkan kami akan tujuan utama untuk menatap wajahMu dengan bekal amal terbaik kita di dunia ini…bantu kami untuk terus mengasingkan bujukan setan laknatullah yang terus berhembus agar kami berpaling dari cita-cita itu….

__dalam keheningan malam bagi jiwa yang rindu perjuangan tepat pukul 01.03 wib, 22 maret 2011__

Minggu, 13 Februari 2011

pelajarannya


bissmillah...
memperoleh pelajaran indah dari para pejuang Allah di bumi cinta....

berawal dari kepulangan mengambil pahala indah, menanti seorang umahat untuk berbagi bersama dengan diri...bercerita tentang hakikat kita berada dalam barisan dakwah ini yang penuh dengan keindahan kisah masing-masing pengembanannya...

berbagai rasa telah menyatu dalam bingkai ukhuwah indah bersama jamaah, entah saya mau memulai dari mana ketika hendak berbagi tentang kisah-kisah yang menginspirasi saya sebagai pencari bekal berpulang...

ada sosok yang ibu-ibu yang dia rela menyerahkan seluruh jiwanya untuk dakwah ini, bahkan ketika putra-putrinya sakit diapun menyempatkan diri untuk hadir dalam majelis hanya untuk minta maaf karena tak bisa datang padahal jarak waktu antara rumah beliau dan tempat satu jam perjalanan, prinsipnya adalah saya harus berkontribusi walau anak sakit, "insya Allah sebentar saya tinggal untuk ijin"....aaah malunya ketika mendengar hal itu yang terlampau sering diri membuat-buat alasan untuk seruan kebaikan agar sedikit menangguhkan, padahal secara dipikir-pikir para umahat itu yang memiliki putra banyak, kemudian harus ngurus suami, rumah, lingkungan masyarakat, negara ia sangat mampu dan intiba'nya yang luar biasa bila dibandingkan dengan akhwat yang belum menikah padahal tanggungan akhwat yang belum nikah mungkin lebih sedikit daripada umahat namun seringnya kami yang masih punya banyak alasan untuk menghindar....

ada lagi umahat yang telah merelakan putranya mengikuti pengembaraan dakwah di pelosok desa untuk saling berbagi dengan anak sekitar desa yang memang mereka butuh,

bertambah kisah tentang para pejuang zaman sekarang yang ia rela memberikan kontribusinya yang maksimal ke kepolosk desa hanya untuk mengingat kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar padahal rumahnya jauh di kota namun ia memberanikan diri untuk ke desa dengan motor butut dan selalu membawa putranya untuk kesana,
terselip guyonanan kami " ni ibu pembabat alas sejati " berani membuka lahan dakwah di tengah desa yang jauh dari peradaban kota, memberanikan diri menyusurui hutan, ladang, bahkan gunung, padahal ia seorang umahat yang mempunyai putra banyak dan amanahnya yang luar biasa namun tak lelah untuk berbagi.. subhanallah selalu ketika berinteraksi dengan mereka ada jawab yang mengoyak hati

" aaah ini masih sangat belum seberapa bila dibandingkan dengan perjuangan para umahat di palestine, asma' binti abu bakar yang kala itu ia menyusuri ladang tak bertuan hanya untuk memberi makanan untuk Rasulullah dan abinya, dengan perjuangan fatimah kala menumbuk gandum, dosa kita jauh lebih banyak dari amal kita.. jauuh sekali, surga itu terlalu istimewa maka ini masih sangat kecil jika bercita untuk menebusnya" selalu merinding jika berdialog dengan mereka, alhamdulillah masih berada dalam buaian cinta mereka yang tak lelah untuk mengingatkan akan hakikat kehidupan ini, tak ada keluhan dari mereka namun senyum selalu didapat dari mereka.

bukankah diri ini memang telah di jual untuk Allah?
maka mengapa kita tidak mempersembahkan yang terbaik kepada pembelinya sehingga imbalan yang diterimapun layak untuk kita sebagai penompang panas dan siksa di yaumul hisab?

berfikir lagi jikalau kita sangat sulit beribadah dengan khusyuk, bergerak, sulit berbaik maka bekal apa yang akan ditampilkan dengan indah kelak? bukankah dosa-dosa kita sangatlah banyak, sanggupkah kita menebusnya kelak jika tidak dengan amalan-amalan yang indah.
padahal di luar sana pada berebut untuk meraih banyak kebaikan agar kelak pertemuan dengan Allah semakin dekat dan erat, inilah kompetisi sejati sebenarnya memperebutkan kedekatan penuh pada Illahi..

bercermin pada banyak tauladan dalam perjalanan dakwah ini merasakan masih perlu banyak untuk berkontribusi nyata di negeri ini, jangan pernah manja dengan setiap fasilitas yang tersedia, jadikan dia penyokong utama dalam jalan ni, karena tantangan ke depan jauh lebih indah dibanding sekarang.

berusaha untuk terus belajar tanpa henti yang diiringi dengan kontribusi nyata,
teruntuk saudara-saudariku yang sering terlukai dalam benturan indah di organisasi, bukankah surga Allah masih jauh, mengapakah kita masih sibuk berfikir untuk sakit, padahal dia sangat indah sebagai bekal di yaumul hisab jika kita berusaha legowo dan mengupayakan dengan semaksimal mungkin untuk perbaikan?...

bukankah disana masih banyak yang butuh kontribusi kita? masih amat banyak PR kita?

*sedikit berbagi teruntuk saudariku yang sering bertanya nun jauh dari pandangan mata, semoga cerita ini memberikan semangat tersendiri untuk kita dalam melangkah pasti untuk torehan indah di yaumul akhir kelak

Jumat, 11 Februari 2011

maknanya


"...jadilah kalian kaum rabbani karena kalian selalu mengajarkan kitab dan selalu mempelajarinya"(Q.S. Ali Imran: 79)

entah berkali-kali sering merenungi makna ayat ini...kaum rabbani dia selalu berani untuk mengajari diiringi dengan belajar...
ya dalam ayat ini mengapa disebut terlebih dahulu mengajari ya? bukan belajarlah ..bukan...tapi mengajar, sedikit memberanikan diri untuk menangkap maknanya..
kita diminta untuk berkontribusi yang dibaringi dengan belajar, sehingga jika kita belajar maka hal yang tak bisa dilupakan adalah kembali mengajarkan apa yang kita dapat..inilah yang bisa menguatkan ilmu kita, ini pula yang menjadi ladang amal kita untuk bekal yaumul akhir...

sebagai seorang pembelajar sejati ia berusaha untuk terus belajar dan mengajarkan apa yang didapat walau sedikit, berusaha untuk terus menebarkannya.. tak lelah untuk berbagi, tak hina untuk terus berkontribusi. belajar dari apapun, belajar dengan penglihatan kita, pendengaran, percakapan dan semua indera kita.

inipun bagi pembelajar yang tak kenal lelah senantiasa bertanya:
apa tujuan belajar?
bagaimana cara belajar?
saya dapat apa dengan belajar?
apa selanjutnya yang saya lakukan dengan belajar?
dapat apa? apa manfaat dari belajar?
kontribusi apa yang telah diberikan saat belajar?
bisa menjadi teman di alam kubur tidak?
sudah barakah kah ilmu kita?

ini yang akhir-akhir ini saya renungi menjelang gelar itu tersemat, belajar tanpa henti...
semakin merenungi dan terus menyelesaikan apa yang harus diselesaikan ternyata menemukan banyak makna akan arti setiap kata-kata yang terbaca?...
indah sekali jikalau pandai mengambil hikmah apa yang didapat...

Allah ijinkan kami untuk terus mencintai ilmu,
Allah ijinkan kami untuk menguasai apa yang kami usahakan
Allah jangan biarkan setiap ilmu yang kami usahakan menjadi sia-sia begitu saja hanya pada tataran teori, berharap apa yang kami usahakan menjadi kontribusi tersendiri untuk negeri...
Allah haluskan kami dengan ilmuMu yang aaaah..jarang sekali kami membukanya lebih luas...
Allah ijinkan kami menyambungkan ilmu ini kepada yang lain ...
sinari selalu dengan pelita ilmu..
menjadikan cinta itu penuh hanya kepadaMu dalam meraih ilmu..
sayangi kami ya Allah dengan ilmu Mu....amin..

*mengambil hikmah ditengah-tengah merangkai setiap kata-kata dalam tugas, semoga setiap yang tertulis menjadi amalan terindah

Selasa, 01 Februari 2011

ikatan suci

bissmillah

tiba-tiba saja ingin menuliskan hal ini di sini setelah melihat beberapa teman yang telah menggenapkannya, indah memang ketika bicara tentang pernikahan, tentang akad, pertemuan dengan belahan jiwa, merajut kasih...namun banyak hal yang perlu dipersiapkan memang....ada beberapa pertanyaan tentang pernikahan hadir dalam diri,