BERBAIK DIRI DALAM IMAN, ILMU, AMAL, AKHLAK

JIWA INI NYATA TELAH DIPERJUALBELIKAN UNTUK KEMENANGAN, MENUJU JANNAH YANG DINANTI

catatan manis

Tampilkan postingan dengan label dakwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dakwah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 April 2011

Rombongan harapan


"Orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahannam berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu dibukakanlah pintu-pintunya dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: "Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul di antaramu yang membacakan kepadamu ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan dengan hari ini?" Mereka menjawab: "Benar (telah datang)". Tetapi telah pasti berlaku ketetapan azab terhadap orang-orang yang kafir.

Dikatakan (kepada mereka): "Masukilah pintu-pintu neraka Jahannam itu, sedang kamu kekal di dalamnya" Maka neraka Jahannam itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri.

Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam syurga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke syurga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: "Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! maka masukilah syurga ini, sedang kamu kekal di dalamnya". Q. S Az Zumar :71-73

rombongan itu masuk secara bersamaan, ke neraka maupun ke surga...
ayat ini sungguh menginspirasi saya, menitik tetes air mata ketika bertubi baca satu persatu ayat-ayat yang terdapat dalam az zumar, walau diri ini belum belajar banyak ilmu tafsir, namun ada getaran halus, teringat betapa malunya diri ketika tepat berada pada ayat 71-73 ni

takut ketika kelak ditanya apakah tidak ada rasul yang menyeru padamu? namun terlalu sering kita mengingkari untuk berpaling, atau kamu tau namun tidak kamu amalkan dan tidak kamu sebarkan, Ya Allah.. jleb banget sepertinya ketika ditanya seperti itu, melihat sekitar kita yang belum merasai nikmatnya beriman namun kita begitu sibuk untuk terus berbaik diri. berusaha memotivasi diri kembali untuk meraihnya...mencapai Surga Firdaus bersama mereka.....

di maya ni banyak makna yang tersampai pada diri, banyak kawan berbagi, bertambah saudara...mereka dari kejauhan menginspirasi. tanpa sadar menyusup dalam qolbu diri dari hikmah yang tersampai, indah berteman dan bersaudara dengan orang-orang shaleh, penuh motivasi, walau diri belum banyak memberi inspirasi bagi mereka. namun disini berusaha diri untuk menggapai pahala, mengapa saya terlalu jaim ketika up date status, komen, entahlah, biarlah ini menjadi karakter saya karena memang ketakutan hamba akan noktah yang tercoret disetiap kata.. maafkan..

dari sini sungguh berharap saudara-saudaraku dalam maya dan nyata menjadi rombongan-rombongan untuk memasuki surga dari pintu mana saja karena saling menasehati, berbagi serta menginspirasi. seperti dalam az zumar(rombongan) itu. duhai rindunya diri ni, mungkin biarlah tak bertemu dalam nyata namun dari setiap kata yang tertoreh menjadi saksi dan makna untuk bekal diyaumul akhir, membersamai saudara yang lain untuk saling berjumpa...ingatkan aku selalu saudaraku,
berteman dalam maya
menginspirasi sepanjang masa
menggapai surga firdaus yang diharap....
bersamamu saudaraku jangan pernah berhenti menginspirasi, menasehati dan berbagi agar kelak kita dipertemukan dalam menara-menara cahaya itu seperti sering kita inginkan...
saya akan berusaha untuk terus belajar padamu saudaraku, untuk terus meminta nasehat..

terlalu hina dan lemah diri ini jikalau hanya sendiri menjalani hidup...
kau berkata, kita satu ukhti, kita selalu bersama, anti tidak sendiri kita bersaudara dibelahan bumi manapun, ya dari belahan bumi manapun bersaudara karena Allah, itulah pesan dari saudaraku yang jauh dimata namun senantiasa menginspirasi dalam maya. sungguh indah ukhuwah ini, ukhuwah karena Allah..karena kita mencintaNya bersama dan berharap pertemuan kekal di sana kelak...
berusaha berdoa untuk saudara yang lain dalam diam,
semoga Allah memperkenankan persaudaraan ni...
SEMOGA..harap dan cita bersama....
semoga rombongan itu yang masuk dalam surga bersama-sama adalah kita saudaraku..
bukan rombongan untuk masuk neraka


namun layakah diri ni masuk surga? aaaaaaaaaaaahhhhh....
Allah ampuni hamba, ampuni hamba, ampuni hamba..
bantu untuk terus menggapai pahala :)

dalam az zumar:
http://www.alquran-indonesia.com/index.php?option=com_quran&task=detail&Itemid=70&surano=39&limitstart=60

Minggu, 03 April 2011

surat


semakin malam semakin tertuunduk untuk mengingat....
detik, menit, jam kemudian hari, minggu bulan serta tahun telah dilalui...

ada berbagai jejak yang telah kita langkahkan di muka bumi ni...
entah itu jejak kebaikan atau malah kebanyak jejak keburukan ..
sungguh betapa diri ni kembali merenungi untuk apa kita tercipta di bumi ...

kembali menyaksikan banyak hal yang berserakan, banyak hikmah yang tercecer banyak pelajaran yang layak untuk segera ditangkap, begitupun petunjuk yang telah hadir dalam kehidupan kita berupa surat cinta itu, surat cinta dari sang pemilik diri...

namun begitu mudahnya diri melupakan hakikat surat itu, melupakan untuk terus dikaji, dimaknai, dihafal kemudian diamalkan, terlalu sering kami disibukan dengan urusan duniawi kemudian melupan surat cinta dari Illahi....Al Quran

berapa waktu kita yang tercurah untuk surat cinta itu bila dibanding dengan komputer yang sering kita hadapi? lebih banyak dihadapan HP atau surat cinta itu?

bagaimana mungkin kita bisa bekomunikasi di surga kelak jikalau kita tidak akrab dengan Al Quran, sedangkan bahasa yang dipake di surga adalah bahasa AL Quran... aaaahhhh sungguh malunya diri ni, terlalu mengharap surga namun AL Quran saja lebih jarang dijamah....

Allah malunya diri ini yang baca Al Quran kami sering terbata,, lebih banyak tak khusyu, bahkan kami lebih sering dekat dengan Hp daripada Al Quran...

bagaimana kami bisa memaknai cintaMu jikalau kami tak sungguh-sungguh, satu juz sehari saja sering mengeluh, bukankah pada sahabat sukses kerana memang mereka dekat dengan Rabbnya dan menjadikan Al Quran sebagai teman sejatinya..

Jumat, 25 Maret 2011

doa


Ya ALLAH, berikan taqwa kepada jiwa-jiwa kami dan sucikan dia.
Engkaulah sebaik-baik yang mensucikannya.
Engkau pencipta dan pelindungnya.
Ya ALLAH, perbaiki hubungan antar kami. Rukunkan antar hati kami.
Tunjuki kami jalan keselamatan.
Selamatkan kami dari kegelapan kepada terang.
Jadikan kumpulan kami jama’ah orang muda yang menghormati orang tua.
Dan jama’ah orang tua yang menyayangi orang muda.
Jangan Engkau tanamkan di hati kami
kesombongan dan kekasaran terhadap sesama hamba beriman.
Bersihkan hati kami dari benih-benih perpecahan,
pengkhianatan dan kedengkian
Ya ALLAH, wahai yang memudahkan segala yang sukar.
Wahai yang menyambung segala yang patah.
Wahai yang menemani semua yang tersendiri.
Wahai pengaman segala yang takut.
Wahai penguat segala yang lemah.
Mudah bagimu memudahkan segala yang susah.
Wahai yang tiada memerlukan penjelasan dan penafsiran.
Hajat kami kepada-Mu amatlah banyak.
Engkau Maha Tahu dan melihatnya.
Ya ALLAH, kami takut kepada-Mu.
Selamatkan kami dari semua yang tak takut kepada-Mu.
Jaga kami dengan Mata-Mu yang tiada tidur.
Lindungi kami dengan perlindungan-Mu yang tak tertembus.
Kasihi kami dengan kudrat kuasa-Mu atas kami.
Jangan binasakan kami, karena Engkaulah harapan kami,
Musuh-musuh kami dan semua yang ingin mencelakai kami
Tak akan sampai kepada kami, langsung atau dengan perantara.
Tiada kemampuan pada mereka untuk menyampaikan bencana pada kami.
“ALLAH sebaik baik pemelihara dan Ia paling kasih dari segala kasih”
Ya ALLAH, kami hamba-hamba-Mu, anak-anak hamba-Mu.
Ubun-ubun kami dalam genggaman Tangan-Mu.
Berlaku pasti atas kami hukum-Mu. Adil pasti atas kami keputusan-Mu.
Ya ALLAH, kami memohon kepada-Mu. Dengan semua nama yang jadi milik-Mu.
Yang dengan nama itu Engkau namai diri-Mu.
Atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu.
Atau Engkau ajarkan kepada seorang hamba-Mu.
Atau Engkau simpan dalam rahasia Maha Tahu-Mu akan segala ghaib.
Kami memohon-Mu agar Engkau menjadikan Al Qur’an yang agung
sebagai musim bunga hati kami.
Cahaya hati kami.
Pelipur sedih dan duka kami.
Pencerah mata kami.
Ya ALLAH, yang menyelamatkan Nuh
dari taufan yang menenggelamkan dunia.
Ya ALLAH, yang menyelamatkan Ibrahim
dari api kobaran yang marak menyala
Ya ALLAH, yang menyelamatkan Musa
dari kejahatan Fir’aun dan laut yang mengancam nyawa
Ya ALLAH, yang menyelamatkan Isa
dari Salib dan pembunuhan oleh kafir durjana
Ya ALLAH, yang menyelamatkan Muhammad alaihimusshalatu wassalam
dari kafir Quraisy durjana, Yahudi pendusta, munafik khianat,
pasukan sekutu Ahzab angkara murka Ya ALLAH, yang menyelamatkan Yunus
dari gelap lautan, malam, dan perut ikan
Ya ALLAH, yang mendengar rintihan hamba lemah teraniaya
Yang menyambut si pendosa apabila kembali dengan taubatnya
Yang mengijabah hamba dalam bahaya dan melenyapkan prahara
Ya ALLAH, begitu pekat gelap keangkuhan, kerakusan dan dosa
Begitu dahsyat badai kedzaliman dan kebencian menenggelamkan dunia
Pengap kehidupan ini oleh kesombongan si durhaka yang membuat-Mu murka
Sementara kami lemah dan hina, berdosa dan tak berdaya
Ya ALLAH, jangan kiranya Engkau cegahkan kami
dari kebaikan yang ada pada-Mu karena kejahatan pada diri kami
Ya ALLAH, ampunan-Mu lebih luas dari dosa-dosa kami.
Dan rahmah kasih sayang-Mu lebih kami harapkan daripada amal usaha kami sendiri.
Ya ALLAH, jadikan kami kebanggaan hamba
dan nabi-Mu Muhammad SAW di padang mahsyar nanti.
Saat para rakyat kecewa dengan para pemimpin penipu
yang memimpin dengan kejahilan dan hawa nafsu.
Saat para pemimpin cuci tangan dan berlari dari tanggung jawab.
Berikan kami pemimpin berhati lembut bagai Nabi
yang menangis dalam sujud malamnya tak henti menyebut kami,
ummati ummati, ummatku ummatku.
Pemimpin bagai para khalifah yang rela mengorbankan
semua kekayaan demi perjuangan.
Yang rela berlapar-lapar agar rakyatnya sejahtera.
Yang lebih takut bahaya maksiat daripada lenyapnya pangkat dan kekayaan
Ya ALLAH, dengan kasih sayang-Mu
Engkau kirimkan kepada kami da’i penyeru iman.
Kepada nenek moyang kami penyembah berhala.
Dari jauh mereka datang karena cinta mereka kepada da’wah.
Berikan kami kesempatan dan kekuatan, keikhlasan dan kesabaran.
Untuk menyambung risalah suci dan mulia ini kepada generasi berikut kami.
Jangan jadikan kami pengkhianat
yang memutuskan mata rantai kesinambungan ini.
Dengan sikap malas dan enggan berda’wah.
Karena takut rugi dunia dan dibenci bangsa
Ni adalah doa ust. Rahmat abdullah

Senin, 21 Maret 2011

Tersentak oleh suaranya



Benar-benar malam ini diri tak bisa tidur, kudengarkan saja lagu perjuangan, ruhul jadid, hai pemudanya izzis, mari berjuang, bingkai kehidupan, bangkitlah negeriku, indonesia memanggil, tekad, generasi harapan, hai mujahid muda, seruan dan satu lagi lagu spirit rabbani… aaah semua berusaha kudengarkan dalam keheningan malam, entah mengapa selalu lagu-lagu itu menjadi pelecut dalam setiap amal, luar biasa memang kekuatan audio itu.

Salah satu lirik ar ruhul jadid

Ar ruhul jadid fi jasadil ummat, hai mujahid luluh lantakan jiwa pembesar

Kami berpetualang mencari kebenaran, mencari hakikat manusia…

Hidup mulia atau mati sebagai syuhada….

Kami semangat baru siap laju hancur semua musuh

Kami tentara Allah siap korbankan harta, bahkan jiwa..

Kami serahkan semua hidup pada Allah

Teringat dalam motto

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. (Q.S At taubah: 111)

Tiba-tibapun teringat saudara di palestina mereka tetap hidup dan punya cita-cita besar sebagai syuhada, mereka tak pernah gentar maupun takut melawan kedzoliman, nyawa sebagai taruhan untuk menggapai cita.. tak pernah gentar sedikitpun, bahkan si anak kecil ia mampu mempersembahkan yang terbaik untuk negeri berupa hafalan dan jihad dengan nyawanya, mengingat mereka membuat diri semakin malu, mereka punya cita-cita besar, mereka memperjuangkan citanya dengan fisik, harta bahkan jiwa, sedangkan kita memperjuangkan satu cita untuk negeri saja masih sering di gelayuti rasa capek, bosan, dan keputus asaan. Mereka saudara di palestine tak pernah takut memperjuangkan cita-citanya, malunya diri jikalau diminta memperjuangkan satu mimpi untuk negeri tercinta saja masih banyak alasan, diminta berkontribusi saja masih sangat enggan, diminta belajar lebih giat saja masih banyak pertimbangan, diminta bina yang agak jauh aja udah banyak alasan, diminta bermasyarakat saja masih canggung, diminta memberi solusi malah berdalih alih belum mampu, diminta untuk taat, percaya kepada saudara masih sering menodai ukhuwah…

Entah dengan apa bekal kita kelak di yaumul hisab jikalau kita sering banyak alasan untk beramal, yakinkah bahwa amal-amal kita terdahulu di terima oleh Allah? Yakinkah amal-amal terdahulu menjadi pengantar kita untuk menatap Allah? Yakinkah kita dengan amal-amal itu jika kita tidak terus memperbanyak amal, membuat peluang yang lebih banyak? ----dimanakah jiwa-jiwa itu hadir kembali menyertai jika dia terus melirik kenikmatan dunia yang berlebihan? Tersibukan duniawi?--------

Terus berharap cita untuk negeri tercinta dengan semaksimal kerja, mengembalikan ruh semangat untuk menggapai mimpi tercinta…

Semoga ini dapat menjadi pemacu kelak serta sebagai saksi di yaumul hisab.^_^

Allah cintai kami, sayangi kami, ingatkan kami terus akan semangat juang ini, ingatkan kami akan tujuan utama untuk menatap wajahMu dengan bekal amal terbaik kita di dunia ini…bantu kami untuk terus mengasingkan bujukan setan laknatullah yang terus berhembus agar kami berpaling dari cita-cita itu….

__dalam keheningan malam bagi jiwa yang rindu perjuangan tepat pukul 01.03 wib, 22 maret 2011__

Selasa, 15 Maret 2011

winning spirit secret of dream

Ada 4 poin yang dilakukan oleh para pemenang dalam bidang apapun, sehingga mereka berhak menyandang predikat sebagai juara atau sebagai pemenang. 4 poin tadi saya rangkum dengan 1 istilah, winning spirit.

Poin pertama dari para pemenang adalah mereka selalu memiliki dream, kemudian dream tadi dibentuk dalam bentuk planning, yang merupakan poin yang kedua.Yang ketiga, planning yang sudah mereka buat, mereka terapkan dalam bentuk action atau tindakan. Dan poin yang keempat, yang namanya finishing, atau mereka menyelesaikan apa yang sudah mereka mulai. Berbicara tentang dream, berbicara tentang impian, ada 5 poin atau 5 rahasia tentang sebuah impian.

Rahasia yang pertama dari impian adalah impian tanpa batas. Anda bisa bermimpi apapun di dunia ini. Anda bisa bebas memilih impian anda, tetapi yang paling penting adalah anda harus punya cara untuk mewujudkan impian anda. Sekali lagi, impian anda, silahkan anda buat, walaupun tidak masuk akal, tetapi caranya haruslah masuk akal.

Secret of dream yang kedua adalah impian adalah hal yang gratis, tidak akan ada orang yang akan memungut bayaran dari impian-impian yang anda impikan. Pertanyaan saya adalah seperti ini, kalau anda memimpikan sesuatu, apakah akan menjadi kenyataan? Jawabannya belum tentu. Tapi kalau anda tidak pernah bermimpi, ya tentu tidak akan pernah menjadi kenyataan. Lumayan kalau misalnya impian tadi yang anda impikan dan berhasil 50%, anda tetap memiliki 50% keberhasilan. Tapi kalau anda tidak memiliki impian sama sekali, keberhasilannya adalah 0%.

Yang ketiga adalah impian tidak sama dengan keadaan saat ini. Banyak orang yang mengukur impiannya mereka berdasarkan keadaan atau kondisi mereka saat ini. Anda tidak bisa mengukur impian anda berdasarkan kondisi anda saat ini. Kenapa? Karena yang namanya impian adalah hal2 yang belum terjadi, yang anda inginkan 5, 10, 15 atau 20 tahun yang akan datang.

Yang keempat adalah impian selalu bisa jadi kenyataan, asalkan anda tidak pernah menyerah untuk mengejarnya, dengan taktik dan strategi yang berbeda, tentunya akan dijelaskan di capsule-capsule selanjutnya. Impian anda selalu punya kesempatan atau peluang untuk bisa menjadi kenyataan.

Yang kelima adalah anda harus mempercayai impian anda. Impian anda tidak akan mungkin bisa terwujud kalau anda tidak mempercayai kalau itu bisa menjadi kenyataan. impian anda tidak akan bisa menjadi kenyataan. Kenapa? Karena ketika anda tidak mempercayai; waktu, tenaga, enegi, pikiran anda, tidak akan anda kerahkan secara maksimal, untuk mengupayakan agar impian anda menjadi kenyataan.

Tapi kalau anda yakin 100%, dengan tekad yang bulat, bahwa impian anda bisa menjadi kenyataan, maka waktu, tenaga, potensi akan anda kerahkan sedemikian rupa, sehingga membantu anda untuk mewujudkan impian-impian anda. Pertanyaannya adalah kenapa banyak orang yang tidak berhasil dalam mewujudkan impiannya.

Minimal ada 4 penyebab utama. :

Yang pertama adalah mereka kehabisan energi.kenapa mereka kehabisan energi? Karena mereka tidak memiliki alasan yang cukup kuat, untuk membuat mereka tetap bertahan dan mengejar impian-impian mereka.

Yang kedua adalah mereka kehabisan keyakinan.Kenapa mereka kehabisan keyakinan? Karena mereka selalu terbentur dengan ketidakberhasilan, mereka selalu terbentur dengan tantangan demi tantangan. Ini bisa terjadi kalau anda tidak membagi impian anda menjadi impian atau target2 yang lebih kecil, lebih kecil, dan lebih kecil lagi. Kesuksesan adalah proses memenangkan sukses-sukses kecil tiap harinya.

Yang ketiga adalah mereka kehabisan waktu. Kenapa mereka kehabisan waktu? Karena mereka tidak punya manajemen waktu yang baik. Yang keempat adalah mereka kehabisan kesabaran dalam proses mewujudkan impian mereka.

Kenapa mereka kehabisan kesabaran? Alasan yang paling utama adalah karena mereka tidak memiliki lingkungan yang mendukung mereka dalam proses mengejar impian-impian mereka.

repost dari TDWclub.. semoga bermanfaat

http://www.tdwclub.com/life/wining-spirit-secret-of-dream/

Selasa, 22 Februari 2011

Menyiapkan Masyarakat


“Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil, lalu yang hak itu menghancurkannya, maka

dengan serta merta yang batil itu lenyap."Al-Anbiyaa': 18

"Dan bahawa (yang kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka itulah dia dan janganlah

kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), kerana segalajalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya.

Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa". (Al-An'aam: 153)

Dua ayat diatas yang mnendasari untuk terus bergerak,

Menyaksikan Indonesia saat ini, setelah kemarin menyaksikan proses pergulatan di DPR, melihat kemiskinan dimana-mana, degradasi moral, keterbodohan, kerusakan yang lain..menjadikan diri untuk semakin kencang melaju untuk berkontribusi bagi sekitar, menyiapkan masyarakat untuk semakin berbaik dalam iman, amal serta akhlak

Memang sudah fasenya diri ini menyiapkannya, menyiapkan masyarakat lebih baik. Begitu saja ingin menangkap makna dalam tulisan. Jiwa yang selalu rindu perubahan, perbaikan serta cita-cita akan tegaknya islam dimuka bumi, setelah fase di kampus dilalui saat ini waktu tepat untuk membaur dengan masyarakat agar tersai manfaat apa yang telah saya peroleh dari dunia kampus. Ada banyak rasa ketika menghadapi realita di masyarakat, saat ini pula teori-teori itu harus diaplikasikan dalam dunia nyata.

Medanya sudah berganti dulu di kampus yang senantiasa berada dalam zona nyaman namun saat ini dituntut untuk lebih berkontribusi kepada masyarakat, tak sama karena disini butuh banyak metode dan cara yang unik dan beda dengan dunia kampus. Tak sama metode antara desa dan kota, antara di pekerjaan dan mahasiswa. TAK SAMA..

Mungkin sering bergelutnya dengan masyarakat desa mereka lebih pragmatis berfikirnya, ketika hendak menyampaikan yang haq selalu ada Tanya dan celetukan

“dapat apa aku dengan ikut acara ni, dapat sembako tidak? Pekerjaan dapat tidak?”

Ya begitulah sebagian besar masyarakat kita yang senantiasa berfikir pragmatis, maka tak hanya mengingat dalam kata namun kita butuh aplikasi nyata untuk memberi solusi, hmmmm selalu ada Tanya ?? tak cukup dengan kata? Sekali lagi tentang ekonomi selalu menjadi permasalahan hidup, memang benar

Kefakiran dapat mendekatkan pada kekafiran,

Berusaha bergerilya disini, menyiapkan masyarakat tak cukup dengan kata-kata namun kerja nyata dengan mensejahterahkan mereka,berusaha tak jadi penghalang untuk terus berbagi, menikmati seperti apa yang dikatakan oleh ust.rahmat Abdullah

Sejarah telah diwarnai, dipenuhi dan diperkaya oleh orang-orang yang sungguhsungguh.

Bukan oleh orang-orang yang santai, berleha-leha dan berangan-angan.

Dunia diisi dan dimenangkan oleh orang-orang yang merealisir cita-cita, harapan dan

angan-angan mereka dengan jiddiyah (kesungguh-sungguhan) dan kekuatan tekad.

Namun kebatilan pun dibela dengan sungguh-sungguh oleh para pendukungnya, oleh

karena itulah Ali bin Abi Thalib ra menyatakan : “Al-haq yang tidak ditata dengan

baik akan dikalahkan oleh Al-bathil yang tertata dengan baik”.

Berusaha dengan sungguh-sungguh menyiapkannya sebagai bekal, walau sering menemui benturan itu, benturan untuk memberi solusi perekonomian maka kita tak layak untuk menghindar, berusaha membuat daya yang dimulai dengan hal kecil.

Oh ya sedikit pesan untuk akhwat yang pernah dinasehatkan dalam diri

akhwat itu sangat diajurkan untuk menjelup dengan masyarakat namun tak boleh tercelup oleh mereka, akhwat selayaknya lebih peka dengan lingkungan sekitar karena kita yang mudah masuk ke mereka. Harus menyiapkannya terutama mungkin bagi yang belum nikah, wah maaf sedikit bercerita untuk menyiapkan masyarakat ini menjelang pernikahan kita, karena sebagian aktifis dakwah mereka gagal mencapai proses pernikahan yang sesuai islam dan dia tak banyak didukung oleh masyarakat sekitar dengan konsep yang ditawarkan sesuai syar’I malah bisa jadi fitnah antar masyarakat karena keterasingan prosesi pernikahan kita, yang ada hijab, pisah antara laki-laki dan perempuan, tak ada adat yang mengikutinya, maka selayaknya seorang akhwat lebih peka untuk menyiapkan masyarakat ini, entah itu sering mnengikuti kegiatan ibu-ibu, sholat di masjid asal tetap dengan batasan syari, jadi mengingat bahwa fase disini lebih menantang dan lebih membutuhkan banyak kontribusi, jangan sampai ketika kita kembali tapi masyarakat tak merasai manfaat kehadiran kita padahal kita adalah aktifis dakwah, bisa saja kita aktifis kampus dan belum tentu kita mampu menjadi aktifis kampong, maka belajar dari hal kecil terlebih dahulu.

Jangan pernah lelah untuk terus menebar benih kebaikan walau benih itu berada dalam tanah yang tandus, dia akan bisa menjadi tanaman indah bagi sekitar yang tandus jikalau dia mampu untuk mencari sumber lain dan berusaha sabar serta istiqomah menuainya Insya Allah dengan pertolongan Allah daerah itu akan menjadi subur,

jangan pernah henti untuk memberi cahaya, walau cahaya kunang-kunang kecil namun jika dia disatukan dengan banyak kawan pasti menjadi cahaya yang menunjukan, berusaha untuk terus tegar dalam berjuang ditengah ketersendirian karena banyak malaikat yang membantu..

mohon doanya kawan semoga persiapan ini bisa matang hingga waktu itu datang dan menjadi cahaya indah untuk negeri.

Minggu, 13 Februari 2011

pelajarannya


bissmillah...
memperoleh pelajaran indah dari para pejuang Allah di bumi cinta....

berawal dari kepulangan mengambil pahala indah, menanti seorang umahat untuk berbagi bersama dengan diri...bercerita tentang hakikat kita berada dalam barisan dakwah ini yang penuh dengan keindahan kisah masing-masing pengembanannya...

berbagai rasa telah menyatu dalam bingkai ukhuwah indah bersama jamaah, entah saya mau memulai dari mana ketika hendak berbagi tentang kisah-kisah yang menginspirasi saya sebagai pencari bekal berpulang...

ada sosok yang ibu-ibu yang dia rela menyerahkan seluruh jiwanya untuk dakwah ini, bahkan ketika putra-putrinya sakit diapun menyempatkan diri untuk hadir dalam majelis hanya untuk minta maaf karena tak bisa datang padahal jarak waktu antara rumah beliau dan tempat satu jam perjalanan, prinsipnya adalah saya harus berkontribusi walau anak sakit, "insya Allah sebentar saya tinggal untuk ijin"....aaah malunya ketika mendengar hal itu yang terlampau sering diri membuat-buat alasan untuk seruan kebaikan agar sedikit menangguhkan, padahal secara dipikir-pikir para umahat itu yang memiliki putra banyak, kemudian harus ngurus suami, rumah, lingkungan masyarakat, negara ia sangat mampu dan intiba'nya yang luar biasa bila dibandingkan dengan akhwat yang belum menikah padahal tanggungan akhwat yang belum nikah mungkin lebih sedikit daripada umahat namun seringnya kami yang masih punya banyak alasan untuk menghindar....

ada lagi umahat yang telah merelakan putranya mengikuti pengembaraan dakwah di pelosok desa untuk saling berbagi dengan anak sekitar desa yang memang mereka butuh,

bertambah kisah tentang para pejuang zaman sekarang yang ia rela memberikan kontribusinya yang maksimal ke kepolosk desa hanya untuk mengingat kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar padahal rumahnya jauh di kota namun ia memberanikan diri untuk ke desa dengan motor butut dan selalu membawa putranya untuk kesana,
terselip guyonanan kami " ni ibu pembabat alas sejati " berani membuka lahan dakwah di tengah desa yang jauh dari peradaban kota, memberanikan diri menyusurui hutan, ladang, bahkan gunung, padahal ia seorang umahat yang mempunyai putra banyak dan amanahnya yang luar biasa namun tak lelah untuk berbagi.. subhanallah selalu ketika berinteraksi dengan mereka ada jawab yang mengoyak hati

" aaah ini masih sangat belum seberapa bila dibandingkan dengan perjuangan para umahat di palestine, asma' binti abu bakar yang kala itu ia menyusuri ladang tak bertuan hanya untuk memberi makanan untuk Rasulullah dan abinya, dengan perjuangan fatimah kala menumbuk gandum, dosa kita jauh lebih banyak dari amal kita.. jauuh sekali, surga itu terlalu istimewa maka ini masih sangat kecil jika bercita untuk menebusnya" selalu merinding jika berdialog dengan mereka, alhamdulillah masih berada dalam buaian cinta mereka yang tak lelah untuk mengingatkan akan hakikat kehidupan ini, tak ada keluhan dari mereka namun senyum selalu didapat dari mereka.

bukankah diri ini memang telah di jual untuk Allah?
maka mengapa kita tidak mempersembahkan yang terbaik kepada pembelinya sehingga imbalan yang diterimapun layak untuk kita sebagai penompang panas dan siksa di yaumul hisab?

berfikir lagi jikalau kita sangat sulit beribadah dengan khusyuk, bergerak, sulit berbaik maka bekal apa yang akan ditampilkan dengan indah kelak? bukankah dosa-dosa kita sangatlah banyak, sanggupkah kita menebusnya kelak jika tidak dengan amalan-amalan yang indah.
padahal di luar sana pada berebut untuk meraih banyak kebaikan agar kelak pertemuan dengan Allah semakin dekat dan erat, inilah kompetisi sejati sebenarnya memperebutkan kedekatan penuh pada Illahi..

bercermin pada banyak tauladan dalam perjalanan dakwah ini merasakan masih perlu banyak untuk berkontribusi nyata di negeri ini, jangan pernah manja dengan setiap fasilitas yang tersedia, jadikan dia penyokong utama dalam jalan ni, karena tantangan ke depan jauh lebih indah dibanding sekarang.

berusaha untuk terus belajar tanpa henti yang diiringi dengan kontribusi nyata,
teruntuk saudara-saudariku yang sering terlukai dalam benturan indah di organisasi, bukankah surga Allah masih jauh, mengapakah kita masih sibuk berfikir untuk sakit, padahal dia sangat indah sebagai bekal di yaumul hisab jika kita berusaha legowo dan mengupayakan dengan semaksimal mungkin untuk perbaikan?...

bukankah disana masih banyak yang butuh kontribusi kita? masih amat banyak PR kita?

*sedikit berbagi teruntuk saudariku yang sering bertanya nun jauh dari pandangan mata, semoga cerita ini memberikan semangat tersendiri untuk kita dalam melangkah pasti untuk torehan indah di yaumul akhir kelak

Jumat, 11 Februari 2011

maknanya


"...jadilah kalian kaum rabbani karena kalian selalu mengajarkan kitab dan selalu mempelajarinya"(Q.S. Ali Imran: 79)

entah berkali-kali sering merenungi makna ayat ini...kaum rabbani dia selalu berani untuk mengajari diiringi dengan belajar...
ya dalam ayat ini mengapa disebut terlebih dahulu mengajari ya? bukan belajarlah ..bukan...tapi mengajar, sedikit memberanikan diri untuk menangkap maknanya..
kita diminta untuk berkontribusi yang dibaringi dengan belajar, sehingga jika kita belajar maka hal yang tak bisa dilupakan adalah kembali mengajarkan apa yang kita dapat..inilah yang bisa menguatkan ilmu kita, ini pula yang menjadi ladang amal kita untuk bekal yaumul akhir...

sebagai seorang pembelajar sejati ia berusaha untuk terus belajar dan mengajarkan apa yang didapat walau sedikit, berusaha untuk terus menebarkannya.. tak lelah untuk berbagi, tak hina untuk terus berkontribusi. belajar dari apapun, belajar dengan penglihatan kita, pendengaran, percakapan dan semua indera kita.

inipun bagi pembelajar yang tak kenal lelah senantiasa bertanya:
apa tujuan belajar?
bagaimana cara belajar?
saya dapat apa dengan belajar?
apa selanjutnya yang saya lakukan dengan belajar?
dapat apa? apa manfaat dari belajar?
kontribusi apa yang telah diberikan saat belajar?
bisa menjadi teman di alam kubur tidak?
sudah barakah kah ilmu kita?

ini yang akhir-akhir ini saya renungi menjelang gelar itu tersemat, belajar tanpa henti...
semakin merenungi dan terus menyelesaikan apa yang harus diselesaikan ternyata menemukan banyak makna akan arti setiap kata-kata yang terbaca?...
indah sekali jikalau pandai mengambil hikmah apa yang didapat...

Allah ijinkan kami untuk terus mencintai ilmu,
Allah ijinkan kami untuk menguasai apa yang kami usahakan
Allah jangan biarkan setiap ilmu yang kami usahakan menjadi sia-sia begitu saja hanya pada tataran teori, berharap apa yang kami usahakan menjadi kontribusi tersendiri untuk negeri...
Allah haluskan kami dengan ilmuMu yang aaaah..jarang sekali kami membukanya lebih luas...
Allah ijinkan kami menyambungkan ilmu ini kepada yang lain ...
sinari selalu dengan pelita ilmu..
menjadikan cinta itu penuh hanya kepadaMu dalam meraih ilmu..
sayangi kami ya Allah dengan ilmu Mu....amin..

*mengambil hikmah ditengah-tengah merangkai setiap kata-kata dalam tugas, semoga setiap yang tertulis menjadi amalan terindah

Rabu, 09 Februari 2011

Dia


dia terus memberi...
tak lelah untuk berbagi..
tak pernah redup cahayanya hingga akhir zaman...

dia senantiasa mencintai dengan tulus...
berusaha untuk berbaik tanpa henti...
mengabdi pada Illahi rabbi....

dia selalu memberi inspirasi...
makhluk langit tak lelah mengiringi..

kejujurannya telah masyur...
mengucur tiap peluh....

memberi cahaya...
di kegelapan...

mengilhami banyak insan..
menuju pencerah yang diharap..
menanti surga dalam perjumpaan...

ya Rasulullah perjuanganmu yang tak pernah mengenal peluh, lelah...
ya Rasulullah kau selalu curahkan cintamu yang tulus untuk umat yang jarang mengingat....

kau mencintai kami hingga ajal menjemput...
sungguh malu jika kami tak mencintaimu...

ya Rasul salam alaika..
ya nabi salam alaika...

kami rindu menatap wajahmu

Jumat, 04 Februari 2011

Gejolak itu...


Beberapa akhir ini melihat fenomana dunia tentang gejolak itu, gejolak di mesir membuat hati tersayat, sedih, sekligus berdebar…

Mesir diguncang, beberapa statiun televisi tak henti mengabarkannya, serasa liputan ini tak habis untuk terus diperbincangkan, mesir negeri para sholihin, imam syafii yang belajar disna, negeri para nabi, negeri peradaban islam…

Aaah sedih rasa ketika kita melihat berbagai media tentang hal itu namun ada rasa harap untuk peradaban islam yang akan segera bangkit. Sedikit hikmah yang berusaha di ambil dari apa yang terjadi di mseir, Negara yang begitu melahirkan banyak ulama, sekarang sudah bermuram..

Hikmah untuk diri sempat tertangkap

Sekali lagi tentang karakusan, kemewahan, kesewanangan serta penyakit cinta dunia selalu menjadi penyebab utama disetiap kekacaun-kekacauan dunia…

Mubarak yang terlalu ambisius terhadap kekuasaan sehingga tak lagi memikirkan rakyatnya, terlalu ambisius terhadap kekayaan dan dunia, terlalu sombong, terlalu tamak… ya selayak Israel yang selalu serakah dengan harta, serakah terhadap apa yang ada dibumi, serakah untuk terus menghancurkan Palestine.

Itulah awal mula dari kekacauan besar, TAMAK, RAKUS, SERAKAH, CINTA DUNIA, BERMEWAH-MEWAH….penyakit itulah awal kehancuran, padahal Allahpun mengingatkan akan hal ini dalam Al Quran

“Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kamu orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang daripada (mengerjakan) kerusakan di muka bumi, kecuali sebahagian kecil di antara orang-orang yang telah Kami selamatkan di antara mereka, dan orang-orang yang zalim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka, dan mereka adalah orang-orang yang berdosa. “ (Q.S Hud: 116)

“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” (Q.S Al Israa: 16)

“Dan berkatalah pemuka-pemuka yang kafir di antara kaumnya dan yang mendustakan akan menemui hari akhirat (kelak) dan yang telah Kami mewahkan mereka dalam kehidupan di dunia: "(Orang) ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, dia makan dari apa yang kamu makan, dan meminum dari apa yang kamu minum.” (Q.S Al mukminun:33)

Telah jelas dalam Al Quran bahwa kemewahan ini lah penyebab dari kemungkaran dan kerusakan dimuka bumi ni,

Sudahlah…penderitaan negeri ini, penderitaan kaum muslimin di dunia,…

Gejolak di mesir menjadi pintu pembuka untuk kebebasan ini menjadikan Islam adalah solusinya..

Yakin dengan sangat!!!!sebentar lagi peradaban islam akan terwujud…

Asalkan penyakit-penyakit akhir jaman itu mulai dipapas habis, cukup capek bermewah-mewah dalam negeri yang tak berdaya oleh kaum dzolim, cukup kemewahan ini telah menyakiti banyak orang…

Sedikit berenung untuk itu, marilah dari kita untuk menolak penyakit-penyakit ini , marilah bersama untuk membinasakan kemewahan dengan kesederhanaan sebagai solusi dari hal yang terkecil saja untuk mewujudkan pemimpin yang peka terhadap rakyat, pemimpin selayak umar bin abdul aziz, umar bin khattab, ali bin abi thalib

Allah ijinkan kami semua peka terhadap yang demikian sehingga kelak sosok-sosok pemimpin seperti mereka terwujud, ijinkan kami pula untuk terus berkontribusi..