BERBAIK DIRI DALAM IMAN, ILMU, AMAL, AKHLAK

JIWA INI NYATA TELAH DIPERJUALBELIKAN UNTUK KEMENANGAN, MENUJU JANNAH YANG DINANTI

catatan manis

Rabu, 03 Juli 2013

pendakian semeru bertabur hikmah


Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk. (Q.S An Nahl : 15)

Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik. (Q.S AL Luqman : 10)

Alhamdulillah sabtu , ahad kemarin tanggal 29-30 Juni 2013 saya bersama teman2 Santika mendapat kesempatan mendaki gunung Semeru, dia termasuk salah satu resolusiku 2013.. Alhamdulillah tercapai dan tercoretlah resolusi itu. Ada banyak hal yang hendak tertoreh disini sebagai oleh2 pendakian kami selama 2hari 2malam memperoleh banyak hikmah, cerita, teguran dan bahkan kesyukuran yang tak terhingga.

Sungguh Allah Maha Pencipta itu semuanya dengan keteraturannya, 2 ayat awal yang kukutip di atas serasa benar sekali ayat itu kami rasakan ketika langkah-langkah kaki kami menapakinya, gunung yang sangat kokoh berdiri tegak, bahkan ketika kita hendak menempuhnya selalu ada rasa kelelahan sebab naiknya yang membuat kaki terasa berat untuk terus mendaki, dalam benak diri saat pendakian selalu bertanya mengapa sih gunung itu tidak mau menerima amanah kekhalifahan dari Allah seperti dalam surat Al Azhab ayat 72 dengan arti :

Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat  kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh,

Ya mengapa mereka semua enggan menerima amanah itu sehingga berani-beraninya manusia menerima amanah sebagai khalifah jika manusia tak mengerti pastilah ia dzalim sekali. Gunung yang begitu tinggi dan untuk mendakinya saja butuh perjuangan yang luar biasa dari manusia. Gunung saja yang butuh perjuangan untuk kita daki menolak amanah itu dan kemudian diberikan kepada manusia bukankah berarti manusia itu memang makhluk yang HARUS SIAP MEMIMPIN DUNIA. Begitu dzalimnya manusia jika ia tak mengerti tugasnya di muka bumi ini dan lupa akan mengingat pada sang pemilik hidup kita. Padahal mereka  gunung-gunung itu juga bertasbih  pada Allah

Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) di waktu petang dan pagi, (Q.S As Shaad :18)
sungguh kumerasakan tasbih mereka dengan suara gemuruh angin ketika perjalanan dari kalimati menuju puncak  Semeru di sepertiga malam terakhir… hening sekali, sungguh malu kami semua kepada mereka yang senantiasa bertasbih pada Allah, pepohanan itu seakan tak henti bertasbih pada Allah dengan ketundukan yang penuh pasrah sehingga ia mampu memberikan manfaat pada manusia

 “Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata” (Q.S Qaaf :50 )

membaca surat Qaaf ayat 50 mereka tanaman, gunung diciptakan Allah hanya untuk memenuhi kebutuhan manusia, maka akankah kita selalu mengkhianati apa yang telah Allah berikan kepada kita? Mereka memberikan banyak manfaat kepada manusia, sedangkan kita para manusia sudah berusaha apa untuk memberikan manfaat lebih untuk kehidupan kita ni?

Sungguh kesempatan berharga sekali ketika kubisa selangkah demi selangkah menapaki jalan menuju puncak itu walau dengan tertatih, terluka dan butuh banyak istirahat sebab nafas yang terengah-engah ketika menapaki pendakian… sungguh sulit  bagi yang merasa fisik kurang mampu namun ada azzam dan tekad yang kuat dalam jiwa untuk terus melanjutkan perjalanan ini.

Ada harap besar ada tujuan pasti mengapa kuharus lanjut ya demi Allah, karena Allah sebab cinta Allah dengan melihat ciptaanNya dari atas untuk bersyukur kemudian menjawab penasaranku mengapa ya gunung ga mau menerima amanah itu??? Benar pula ketika kuberada diatas walau belum sampai puncak Mahameru namun sudah di hamparan berpasir … kulihat di bawah sangat indah sekali, sangat cantik, elok, mempesona dengan begitu kuasa Allah menciptakan tumbuhan, sungai hutan, perkampungan itu terlihat semua dari atas, beberapa bukit terlihat sekali diatas… AAAAAAAAAAAAHHHHH SUNGGUUUUUUUUUH…

kita ini sangat kecil sekali tak pantas sedikitpun kita sombong… ketika kaki melangkah di hamparan pasir itu ada rasa syukur, haru, malu, tunduk bahkan takut yang menjerat jiwa. ALLAH semoga Engkau membantu kami untuk tidak sombong berjalan di muka bumi ini

“Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” (Q.S Al Israa:37)

 Iya kumerasakan sekali ayat diatas ini sungguh SANGAT tak pantas sekali kita sombong karena kita tak akan mampu sampai setinggi gunung itu kenapa?
 Mendakinya saja butuh hampir lebih 20 jam-an menuju atas.
Kemudian apa yang pantas kita sombongkan… Astghoufirullah hal adzim… sungguh dzalim manusia ini.

Pelajaran berharga untuk diriku dan saudaraku semua yang telah berusaha menapaki jalan pergunungan menuju semeru, yang mulai awal perjalanan dari ranu pane menuju ranu kumbolo saja ditempuh dengan perjalanan sekitar 6 jam lebih kemudian dilanjut dari ranu kumbolo menuju kalimati membutuhkan sekitar 5jam-an kemudian sepertiga malam terakhir melanjutkan menuju puncak sekitar 6jam-an….

Hikmah 1 : Hikmah perjalanan/ perjuangan

Hikmah apa sesungguhnya yang bisa kita raih dari perjalanan ini? Sungguh klo kita tidak punya tujuan yang jelas pasti kita sudah menyerah di bawah dan tak akan mau dan mampu untuk melanjutkan perjalanan.

Menuju puncak, mencapai cita-cita itu tidak mudah sungguh dibutuhkan perjuangan yang penuh ekstra apalagi menapaki jalan naik, seperti logo nike √ ya klo kita hendak naik mutlak dibutuhkan perjuangan lebih kuat,

benar kata ustad Anis Matta ada 3 prinsip agar kita bisa naik yang pertama adalah minta pertolongan Allah, kedua menguatkan ukhuwah ketiga adalah bekerja ekstra keras ….

 Nahhhhh…. Kita telah menstimulasikan itu semua dari pendakian kemarin bukankah ketika kita mulai lelah, capek apa yang menggairahkan kita untuk terus lanjut ya… Allah.. terus berdzikir dan minta pertolongan Allah sehingga Azzam kita kuat terpatri dalam dada,

nah yang kedua menguatkan ukhuwah, jelas terasa ketika ada saudara kita yang kesulitan unt menapaki jalan itu, kemudian bukankah kita harus terus menjaga, memotivasi bahkan pun menolongnya, tak ada satupun diantara kita menyalahkan mereka, bahkan diantara kita saling menanggung beban bukan?
Seperti rukun ukhuwah itu kan?

 Kemudian yang ketiga prinsip menuju puncak adalah KERJA KERAS …. Wah ini jelas banget, coba kita rasakan kita jalan hampir 24jam-an lebih dengan istirahat tidak lebih dari 6 jam.

 Dan ternyata kita berusaha untuk bisa mengalahkan hawa nafsu kita untuk tetap terlelap tidur, kita rela meninggalkan slipping bag kita hanya demi menuju puncak, padahal tidur serasa lebih nikmat, namun itu semua kita abaikan walau kaki harus sakit, tangan harus menggaruk pasir.. sakit.. jelas…. Tapi mengapa kita mau melakukan?

 Ya sekali lagi karena kita punya tujuan, impian yang jelas begitu… masih teringat kata ustad Anis matta jika kita punya tujuan, mimpi, cita-cita kemudian selalu kita pikirkan bagaimana untuk mencapainya maka pasti kita ada jalan untuk mencapainya, sama dengan pendakian ini bukan? MAKA SESUNGGUHNYA kita SANGAT MAMPU UNTUK BEKERJA KERAS kemudian berusaha menjauhkan lambung kita dari tempat tidur…

 
liat kita sudah berusaha menstimulasikan 2 hari itu bukan? Alangkah beruntungnya kita jika stimulasi 3 prinsip menaik dapat kita gelorakan dalam jiwa dan terus kita pompa untuk kita laksanakan …. YA KITA PASTI BISA …. Saling mengingatkan… dan ingatlah stimulasi ini….

Lagu jejak ini sedikit penyemangat bagi kita untuk kedepannya yang sempat sedikit kita stimulasikan :

Menapaki langkah-langkah berduri, Menyusuri rawa lembah dan hutan
Berjalan diantara tepi jurang , Semua dilalui demi perjuangan
Letih tubuh di dalam perjalanan , Saat hujan dan badai merasuki badan
Namun jiwa harus terus bertahan , Karna perjalanan masih panjang
Kami adalah tentara Allah , Siap melangkah menuju ke medan juang
Walau tertatih kaki ini berjalan , Jiwa perindu syahid takan tergoyahkan
Wahai tentara Allah bertahanlah , Jangan menangis walau jasadmu terluka
Sebelum engkau bergelar syuhada , Tetaplah bertahan dan bersiap-siagalah
By.IZZIS dengan judul asli JEJAK

Hikmah 2 : Kehidupan pendaki di Pegunungan

Entah mengapa kumasukan salah satu yang kutemui para pendaki itu menjadi sumber inspirasi dalam tulisan ini.

Unik saja dan tertarik saya untuk mengabadikan kehidupan mereka di sini sapa tau kalau ntr kulupa disini bisa jadi pengingat,. Ya entah mengapa setiap perjalanan baik berangkat maupun pulang selalu bertemu dengan para pendaki yang ramah, penuh senyum selalu menyapa bahkan “itsar” pun sangat diperlihatkan jauh dari sikap keangkuhan, sangat harmoni dalam bumi perkemahan itu, hatta kita baru kenal, kita bisa mendapat banyak hal, contoh saling membantu dalam makanan, ngobrol sana sini yang akhirnya nyambung walau cuman baru kenal detik itu, seakan semua yang berda di situ adalah saudara, saling menolong, berbagi dan memotivasi, jadi ya selalu tersenyum terus lah ketika menapaki jalan dan bertemu banyak pendaki.

 TULUS terlihat di mereka sebab kemungkinan mereka punya banyak cita-cita mulia… sempat bawa bendera partai dan mereka menyapa “dari PKS ya mbak, saya kira dari HTI” kemudian kami jawab bareng iya mbak PKS .. pendaki lain menjawab klo saya gerindra mbak… keberanian menyapa… walau kita tak tau dalam hatinya yang jelas diantara pendaki itu terlihat senyum ketulusan diantara mereka dan mungkin bisa jadi mereka memiliki soliditas yang tinggi unt sesame timnya… SALUT.. SEMANGATnya


Hikmah 3 : Kehidupan Masyarakat di Pegunungan

Kalo ini kuperoleh dari perjalanan berangkat dan pulang menggunakan kendaraan, sebanarnya masyarakat pegunungan ini jiuga saya temui di daerah tengger menuju bromo dan perjalanan menuju Semeru itu membuat diri semakin takjub akan kehidupan Cahgun (cah gunung) mereka bisa bertahan hidup di gunung,

 lumayan banyak lho penduduknya, setelah melewati daerah menuju coban pelangi kita mendapati perkampungan yang sangat padat di daerah pegunungan. Mereka begitu sibuk dengan urusan pertaniannya,

 iya …. Mata ini sangat dimanjakan dengan berbagai tumbuhan hijau, tanaman, sayuran, ada di sini merekalah pemasok sayuran, buah-buahan menuju kota. Banyak ibu-ibu yang mencangkul di sana, mungkin sangat biasa bagi mereka ibu-ibu itu mencangkul ya…. Seakan kehidupan mereka terus untuk memberikan manfaat dengan kegiatan mereka itu…. Nah nth tiba2 di dalam benak terfikir apakah mereka tersentuh pengajian  ya?
 Kalo dari luar pasti ia hanya nerima dari televisi saja, mungkin mereka ngaji bahkan mungkin lebih kusyu’ dari kita, lebih takwa dari kita, namun terfikir adakah tarbiyah masuk ke masyarakat situ?

Kira-kira klo masuk sapa ya yang berani dan mau menginjakan kaki untuk menyebarkan islam di sana? Entah apa bagaimana caranya… semoga ada dan ada yg berani, apakah mungkin ya jika suatu saat santika maupun kepanduan jika sedang melakukan ekspedisi perjalanan mungkinkah bisa dilakukan bersamaan dengan direct selling entah itu daerah pegunungan maupun daerah pesisir kemudian mengadakan ta’lim bersama di daerah pegunungan maupun pesisir, aaah mungkin mereka sudah melakukan dan aku saja yang tertinggal , tpi klo tiba2 ada ta’lim besar2an mungkin tidak ya? Seperti para misionaris dulu mengepung malang selatan….

Semoga mendapat kesempatan

HIKMAH 4 : Menapaki kisah sahabiyah

Ya… ini penting juga ditulis sebab mendaki itu pun dilakukan oleh Rasulullah dan Abu bakar saat hijrah, kemudian kita ingat betul bukan dengan asma’ biti abu bakar yang dijuluki sebagai “dzatun nithoqoin” (pemilik dua ikat pinggang) sebab apa bliau mendapat julukan itu pastinya kita masih ingat bukan karena ia harus menaiki bukit untuk mengantar makanan dan dia menyobek sabuknya menjadi dua yang satu digunakan untuk sabuk yang satunya digunkan untuk tempat makanan padahal waktu itu ia tengah hamil bukan?

Subhanallah… betapa malunya kita, ketangguhan asma’ membuat kita tertunduk…. Semoga dengan mendaki ini sebagai sarana untuk latihan yang kemungkinan suatu saat kita harus seperti itu.

 Kita tau juga Sumayyah syahidah pertama sebab memperjuangkan islam, dia mau disiksa, berani sakit.

Kemudian Nusaibah yang sangat gagah berani membela Rasulullah sehingga ia terkena tusukan pedang lebih dari 12 kali hanya karena melindungi Rasulullah.

Nah semoga dari pendakian ini kita tidak lagi menolak jika ada amanah dakwah datang, jika kita mulai di luncurkan kemanapun… semoga tidak menjadi akhwat yang manja.. dan semoga kita mampu meneladani sahabiyah-sahabiyah tersebut sehingga kelak kita bisa bertemu dengan mereka. Aamiin


HIKMAH 5 :SARANA perkuat Ruhiyah

Pendakian ini tepat sekali menuju sepekan ramadhan, persiapan fisik yang berusaha kita lakukan untuk menyabut ramadhan ini…

 Malu jika kelak di bulan ramadhan kita tidak mampu berdiri lama-lama untuk melakukan qiyamul lail, sedang kita sebenarnya bisa sebab dari pendakian itu kita telah membuktikan kita bisa berdiri bahkan berjalan sekitar 6jam an di sepertiga malam terakhir, yang katanya sesungguhnya pendakian itu yang sangat mempengaruhi adalah ruhiyah kita kata pemandu kami 10 %fisik dan 90 % adalah ruhiyah…. Tapi ga tau tu teorinya darimana … 

nah sungguh malu jika kita mudah mengantuk saat melakukan ketaatan, kita berani terluka, sakit saat pendakian masak kita untuk ibadah tidak berani untuk totalitas?  Kita lihat Rasulullah sampai bengkak tumitnya sebab ibadah, sedang kita sakit kaki kita Karena  pendakian dan tumit kita gunakan untuk menumpu saat menuruni pasir sehingga tersa sakit… nah…. Mungkin ini tak seberapa bila dibanding dengan di akhirat kelak.

Mungkin sangat sakit jika anggota tubuh kita tidak kita gunakan menuju ketaatan, saudaraku ramadhan sudah di depan mata, mari kita perkuat azzam, perkuat target seperti kita perkuat azzam saat hendak menuju puncak…..

saatnya kita menuju puncak yang sesungguhnya, puncak menuju cinta ALLAH, PUNCAK KETAATAN, puncak KETAQWAAN itu…. Mari mulai mengejar target itu…. Sampai jumpa di puncak ketaqwaan… di I’tikaf2 kita kelak ketika ngantuk tengah malam kita ingat bahwa kita pernah menyiapkan fisik ini …. SELAMAT MENGELOLAH RUHIYAH DENGAN CARA YANG TERBAIK….

Jumat, 10 Mei 2013

“MAJELIS RAFTING” selayak mengambil hikmah dan menstimulasikan isi kajian


Alhamdulillah salah satu resolusi 2013kini bisa tercapai... ya rafting.. bersyukur akhirnya terwujudkan.
Memang niatannya ga hanya untuk olahraga saja rafting kali ini tapi berusaha untuk mengambil hikmahpula.. betapa bersyukurnya ketika Allah memberi kesempatan saya untukmelakukan olah raga ini, betapa tidak sebab saya dan kawan-kawanmemperoleh banyak hikmah dari olah raga ini agar kedepannya bisa kitajadikan bekal untuk bergerak... ya bergerak. Memang benar out bondkegiatan luar ruangan kadang memberikan hikmah yang luar biasa untukbekal kehidupan kita, bahkan bisa disamakan dengan kita bertolabulilmy di dalam ruangan pengajian, out bond dapat mempraktekan sikapkita sesungguhnya sebab Allahpun telah menjelaskan dalam surat AlBalad ayat 4 yang artinya : .“Sesungguhnya Kami telah menciptakanmanusia berada dalam susah payah.” benar sebab dari kita out bonddapat mempraktekan ayat ini , ya... kali ini saya belajar banyak diMAJELIS RAFTING.. yuuk dimulai dengan bissmillah kita kupas dimajelis ini.. hikmah apa yang diperoleh :

  1. KEBERANIAN
    hohoooo... mulai dari yang pertama ni BERANI sepertinya hampir disetiap out bond yang menguji adrenalin selalu membutuhkan sikap berani, ya sikap berani ato As saja'ah ini mutlak dibutuhkan ketika kita bermain rafting, kenapa? Kalo kita takut air, takut tenggelam maka kita ga kan bisa sampai selesai ni rafting.. jujur.. pertama ni aku rafting, mulai memasuki sungai dan perahu itu, jantung ini berdebar kencang dimana hal itu menandakan bahwa diriku :Dredeg” serius sebab sebelumnya instrukturnya berkata bahwa kita akan melewati 3 kanal dimana kita akan terjun bebas dengan posisi boom... wuiiih kebayang tenggelam ni diriku... belum lagi melihat aliran sungai yang cukup deras memungkinkan diri ini hanyut... waaah bisa ayahab ni diri... heheee... upsss Berani sebuah kata kunci yang harus kita lakukan ketika kita memulai pekerjaan baru, menginjak daerah, melakukan amanah baru, HARUS BERANI MEMULAI, BERANI BEDA, BERANI BERBUAT......ya AS SAJA'AH.. sebagai TENTARA ALLAH mutlak dibutuhkan.. bissmillah semoga ia seantiasa beresemayam dalam diri ini
  2. KETENANGAN
    Di dalam surat Ar-Ra’du [13]: 28, Allah telah menawarkan cara memperoleh ketengan hati yang paling efektif dan bersifat permanen. Seperti firman-Nya
    الذين آمنوا وتطمئن قلوبهم بذكرالله ألا بذكرالله تطمئن القلوب
    Artinya: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ya benar juga dengan mengingat Allah pasti kita akan memperoleh ketenangan, namun ketenangan itu akan diuji ketika kita akan mendapat masalah, nah dalam out bond kita sering gugup, ga tenang ketika menghadapi permasalahan di out bond, begitupun di rafting.. ketenangan sangat dibutuhkan sekali sebab ketika kita mamasng posisi BOOM.. alias kita harus terjun bebas dengan perahu ini dan jatuh dari perahu.. jelas kalo kita ga tenang pasti akan terhanyut... tak bisa mengendalikan emosi kita wah bisa hancur kita.. nah itulah yang harus kita lakukan dalam kehidupan kita sehari-hati termasuk dalam dakwah ini... biasanya orang yang sering out bond ia akan semakin tenang jika menghadapi masalah...seharusnya ia mampu menyelesaikan masalah itu tanpa emaosi, nah kuncinya ya ingat Allah sama halnya dengan rafting ketika harus turun kanal kita harus terus berdzikir dan ga boleh gugup... agar gak “klelep”
  3. STRATEGI
    nah klo ini mutlak dibutuhkan sebab jika kita ga tau strategi mengatur laju perahu bisa saja kita ikut arus dan tenggelam deh... heheee... maka butuh strategi mana yang harus mendayung ke depan mana yang harus mendayung ke belakang, pada saat apa kita melakukan posisi boo.m.. nah kalo salah strategi ayahb banget ni... bisa tenggelam isi perahu itu... ya sebenarnya ini adalah peran seorang nahkoda ataupun pemimpin... bagaimana ia harus bersikap... aaah... ke depan harus lebih pintar, melihat situasi, menentukan sikap.. semoga Allah senantiasa memberikan petunjuk untuk mengatur strategi terbaik dalam meraih kemenangan dakwah ini
  4. KEKOMPAKAN
    mutlak ini dibutuhkan ditiap out bond.. pun ketika rafting ia sangat dibutuhkan jika di dalam perahu da satu saja anggota yang tidak kompak wah bisa jatuh tu... sebab kekompakan sejatinya kunci dari kemenangan dan kesuksesan.... ingat kembali kisah hijrahnya rasulullah ada ali yang menggantikan posisi rasulullah, ada abu bakar yang menemani rasulullah, kemudian kita mengingat perang badar mereka menang sebab apa selain ruhyah yang mantab namun juga kekompakan para prajuritnya beban dakwah ini hendaknya tidak ditanggung sendiri akan tetapi butuh kekompakan dalam perbaikan umat. Inilah kita kudu kompak ya kawan... *_*

  5. MANAJEMEN DIRI DARI KEPANIKAN
    nah ini sebenarnya sama dengan ketenangan tadi tapi lebih ku spesifik pada kepanikan, karena jika kita panik dalam menghadapi segala sesuatu pasti itu akan membahayakan diri kita sendiri, sebenarnya aku juga sangat panikan.. namun akhir-akhir ini aku berusaha mengendalikan diri ya dengan out bond-out bond itu aku belajar.. walau pada kenyataannnya msh sering panik.. semoga aku bisa melatihnya lagi... dan rafting ini bisa sebagai sarana menghilangkan kepanikan... alhamdulillah bisa meluncur dengan bebas tanpa harus terjatuh dari ban... hehee... semoga dalam kehidupanku sehari-hari aku mampu terhindar dari kepanikan itu... dan TENTARA ALLAH tidak akan pernah panik menghadapi segala kondisi.. BISSMILLAH... siap dah 
  6. KEPASRAHAN DIRI
    Ini dia.. walau kita berada dalam situasi bermain namun tetap ada kepasrahan diri kepada Allah setelah usaha yang kita lakukan, seperti dalam rafting ini jika kita tidak pasrah dan terus berdoa pada Allah maka saat terjun dari kanal maka kemungkinan besar kita tidak akan mam[u mengendalikan air itu dan akhirnya tenggelam deeeh... nah itulah yang sangat dibutuhkan saat kita bekerja... bekerja dengan sungguh-sungguh kemudian serahkan semuanya pada Allah Insya Allah Allah pasti memberi yang terbaik. Menyerahkan semuanya pad aAllah... tawakal tingkat tinggi sebab ia akan menjadikan semua bermakna ibadah, menghasilkan keikhlasan tersendiri, sungguh kita sangat kecl dihadapan Allah... Katakanlah: “Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.” (At Taubah 51)

Barangsiapabertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalankeluar. 3. Dan memberinya rezki dari arah yang tiadadisangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allahniscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allahmelaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telahmengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.  (At Thalaq 2-3) BISSMILLAH semoga Allah senantiasa memberi jalan keluar kepada kitauntuk menegakan agama ini

7. TSIQOH
“Maka demi Rabbmu, mereka (pada hakikatnya) tak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dlm perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tak merasa keberatan dlm hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan & mereka menerima dgn sepenuhnya” (An Nisa:65)
ya kalo kita ga tsiqoh dengan pemimpin dan perintahnya wah bakal jatuh dan tenggelam ni... semoga ke depan ku lebih bisa tsiqoh

8. KESIGAPAN

ya.. dalam permaian ini perlu kesigapan dalam bergerak, jika kita mengadapi sungai yang mulai terjal berbatu maka bagaimana cara kita untuk segera sigap merespon keadaan itu.. bagaimana ia mampu untuk mengendalikan jalannya perahu dengan tepat

selanjutnya mau rafting berang teman komunitas.. KaFoSSEi, santika malang, akhwat Ub... komunitas peduli kab. malang oh ya the gang FIM Malang dan JATIM deh...... dan selanjutnya siap out bond yg lebih menantang.. BISSMILAH untuk terus bergerak



Jumat, 22 Februari 2013

Akhwat Pengaman Dakwah

Ya kita semua disini telah mengikrarkan diri masuk dalam barisan dakwah ini, siap dijadikan apapun, siap untuk disiapkan berkontribusi, jadi apapun itu….

Hatta kita yang telah mengikrarkan diri sebagai pengaman dakwah sebagai pelayan, perekrut, pembinaan serta pegamanan dakwah. 

Seringnya kita berfikir bahwa kita adalah akhwat yang tangguh tapi memang kita harus mempersiapkan ketangguhan kita untuk membela agama ini, walau kita seorang akhwat tidak menjadikan penghalang untuk terus berkontribusi, untuk terus berlatih menyiapkan diri. 

Walau terik panas kau lalui bahkan kau tak takut kulitmu semakin hitam sebab kau dapat tugas di luar ruangan untuk berjaga, kau tak pernah menolaknya bahkan semakin siaga. 

Pun ketika kau dapat tugas dalam ruangan bukan berarti itu lebih nikmat dari pada yang lain tapi kau tak boleh menikmati acara kau harus siaga tanpa batas, tidak boleh lengah focus pada pengamanan setiap asset dakwah termasuk kader dakwah ini, 
kau harus sigap mengamankan mereka, jangan samapai ada yang tersusupi……


Disaat para akhwat yang lain duduk menikmati acara atau duduk berteduh pada saat acara outdoor namun kau tetap berdiri bersiaga masih tetap berbaris rapi tanpa ada keluhan sedikitpun. 

Bahkan sering ada ungkapan jika acara ini berjalan dengan aman dan lancar bukan tim pengaman yang mendapat apresisasi utama namun jika acara ini termasuki oleh hal-hal yang tidak diinginkan maka tim pengamanlah yang mendapat evaluasi pertama. 


Kaulah wahai Mujahidah yang terus berlatih dimedan pertempuran fisik
Kau tak lelah untuk terus melayani, kau tak lelah untuk  terus menempa diri
Kau tak lelah untuk  terus berlatih fisik disaat akhwat-akhwat yang lain tidak fokus kesana 

Kaulah wahai mujahidah santika yang disiapkan sebagai garda  terdepan pembela dakwah ini, pelindng, pengamannya...
Maka senantiasa bersiap siagalah sebab kita tidak tahu amalan mana yang diterima Allah, kita tidak tau amalan mana yang diterima ... 

jangan pernah menyepelekan peran kecil kita yang hanya sekedar berdiri mulai pagi hingga siang bahkan sampe sore. Jangan pernah!!!

Pun ketika kita masuk dalam barisan dakwah ini bukan berarti kita lebih dari akhwat yang lain namun kita HARUS lebih SIAP menyerahkan jiwa ini untuk dakwah , melatih diri untuk mengawal kemenangan dakwah.....

Selama tubuh ini masih mampu maka berlatih dengan maksimal...
Siapkan diri untuk diperjual belikan di jalan Allah sesuai dengan surat at tauah 111:

“sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri maupun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.................“

TERUSLAH BERTAHAN DAN BERSIAP SIAGALAH!!! BERLATIH TANPA HENTI !
TEMPA DIRI siapkan DIRI untuk KEMENANGAN HAKIKI!!!

Sabtu, 12 Januari 2013

Tertatih Aku

tertatih aku mengejarnya seakan diri begitu jauh dengan mereka
sungguh bukan suatu keingin dalam diri seperti ini
sungguh bukan masuk dalamplan hidupku seperti ini
sungguh diluar dugaan...

aah tapi aku sangat bersyukur Allah memperkenanku disini
bersama mereka
belajar banyak hal
yang jelas aku kelak membutuhkannya

yang jelas aku menikmati kehidupanku sekarang
yang jelas dengan ini adalah salah satu persiapanku menuju setengah dien
yang jelas dari sini aku memulai belajar untuk berbuat yang terbaik menuju peradaban kelak
yang jelas dari sini aku menabung untuk membangun istana di surga kelak
yang jelas dari sini 3amalan yang tak putus salah satunya bisa kuusahakan sekarang untuk ditabung
yang jelas aku terus bersyukur bekerja disini walau kumelihat teman yang sudah meraih karirnya hingga puncak... Insya Allah saya iya kok dengan tujuan utama menuju Puncak JANNAHNya Allah yg begitu kuIdamankan.. cita ini yang kumulai dari sini ....

aku bersyukur dengan nikmat ini
aku bersyukur Allah memberi banyak hikmah disini
aku bersyukur Allah memberi kesempatan untuk semakin dekat denganNya
aku bersyukur Allah mengijinkanku untuk mengetahui cara semakin mendekat denganNya
aku bersyukur Allah memberi kesempatan pada ku untuk mengabdikan ilmuku ini yg menjadi penolongku kelak Insya Allah
aku bersyukur Allah mengijinkan untuk semakin mendekat dengan kalamNya
aku bersyukur dapat belajar dari anak didikku itu
aku bersyukur dapat belajar dari cara para pendahulu dakwah ini mendidik anak-anaknya
aku bersyukur dengan apa yang telah Allah anugerahkan padaku saat ini ...
sangat bersyukur ....

semoga usaha ini menjadikan bekal bekal belajar tersendiri dikehidupan kelak yang memang kedepannya aku tak ingin selamanya disini ...
aku tetap butuh untuk meneruskan studyku untuk menjayakan ekonomi islam
aku tetap butuh belajar lagi  untuk lebih berkontribusi untuk negeri ini yang sangat carut marut terutama dari ekonominya...
aku tetap butuh untuk terus meneruskan cita-citaku menuju JANNAH melalui cara perekonomian yg dilakukan dengan pembinaan pedagang pasar
aku tetap butuh untuk terus berjuang mewujudkan para pedagang yang jujur, ekonom yang jujur dan mumpuni
aku tetap butuh untuk terus mengantongi banyak bekal menuju JANNAH

dari sini aku memulainya, mengusahakanya semoga kelak aku pantas menjadi ibu yang mampu memberikan pendidikan terbaik untuk anaknya
dari sini aku memulainya, mengusahakan untuk menjadi istri terbaik seorang mujahidnya Allah
dari sini aku memulainya, mengusahakan untuk menjadi pelayan umat yang terbaik menuju perbaikan ekonomi yang lebih menawan enak dirasa dan diridhoi Allah tentunya
dari sini aku memulainya, mengusahakannya untuk menjadi pendidik yang kredibel untuk mencetak generasi terbaik
dari sini aku memulainya, mengusahakannya untuk mengabdi pada Tuhanku, agamaku dan bangsaku
dari sini aku memulainya, mengusahakannya untuk membetuk peradaban Islam

aamiin ya Rabb
menjadikan kesyukuranku saat ini sebagai perangkat untuk meraihnya
semoga akupun kelak dipertemukan dengan seseorang yang mempunyai feel, visi yang sama sepertiku ini... oh ya maaf ini bukan kode lho yaaa... ini hanya curahan hatiku yang mungkin kelak akan sangat bermanfaat untuk hidupku...
thanks lot of yang dah menyempatkan membaca...

Rabu, 02 Januari 2013

Resolusi 2013

2013 telah menyapa

apakah aku harus tergilas lagi?

itu pertanyaan yang patut kurenungi terusss.....
banyak capaian yg harus segera kutunaikan

sebab amanah ini semakin bertambah bukan berkurang....
dan akhir-akhir ini aktivitasku terlalu sering ke luar ruangan...

yg kemah, out bond, ndaki, jalan2.... aaaaaah....
seakan-akan aku terarah kesana.. akhwat yg biasanya di luar....

hmmmmm... bukan, bukan aktivitas itu yg aku harapkan unt membentuk jati diriku...

bukan jadi ahwat luaran... yg suka keluar, akhwat petualang....
bukan... sungguh bukan..... tp sekitarku yang memberikan kesempatan itu...

aaaah terus mau apa kamu?

2013 sebuah tahun untuk mengejar semua ketertinggalanku....
2013 menjadi titik tolak semua perubahan itu...
2013 berharap ada perjuangan berharap ada hadiah terindah di tahun ini...

ya setelah kumengisi materi kepada adik2 SMA di krian tentang mimpi maka saya beranikan diri untuk menulis di sini.. BISSMILLAH....

1. gerbang emas karierku
2. MENIKAH
3.kursus bahasa inggris di PARE
4. apply beasiswa
5.mendaki SEMERU, RINJANI, LAWU
6. TOEFL 550
7. tambah hafalan juz 28
8. gaji tinggi
9. ayooo kuliah ekis ol
10. buka jaringan untuk mewujudkan pasar syariah
11. aktif di MES
12. membuat tulisan minimal 1 arTIKEL Perpekan
13.hafal hadist ar ba'in
14. bisa nyetir MOBIL
15. rutin senam, renang
16. menguasai bela diri
17. puasa daud, QL jos, dhuha mantab, RW sip, MT tak oke
18. Jahit menjahit
19. bahasa arab terkuasai
20.lolos karya tulis... go internasional
21.menulis artikel bahasa inggris
22. menyiapkan untuk kampung ekonomi syariah
23. tembus kota malang sejahtera
24.dapat jaringan dari segala komunitas
25. mulai menulis buku lagi ^^

Allahu Akbar!!! RESOLUSI 2013
hanya kepada Allah kuberharap...

sebab Allah sebaik-baik pemberi keputusan aku hanya berusaha

mencari perhatian Allah semaksimal mungkin... mari memantaskan diri